GAGA Perkenalkan JAWARA Tea Series Berbasis Teh Melati di Jakarta
GAGA memperkenalkan JAWARA Tea Series di Jakarta pada 29 September 2026. Seri berbahan teh melati Indonesia itu tersedia dalam empat varian di gerai GAGA.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — GAGA memperkenalkan JAWARA Tea Series berbahan teh melati Indonesia di Jakarta pada 29 September 2026. Merek teh asal Thailand yang berada di bawah Minor Food Group Indonesia itu mengembangkan seri tersebut khusus untuk pasar Indonesia.
JAWARA menggunakan teh melati Indonesia yang bersumber dari Jawa. Pengembangannya memadukan teh sangrai dari Perkebunan Teh Dewata di Ciwidey, Jawa Barat, teh melati dari Cirebon, Jawa Barat, serta aroma gardenia. Racikan itu dibuat bersama tea sommelier Ratna Soemantri.
Seri ini terdiri atas empat varian, yaitu JAWARA Pure Tea, JAWARA Milk Tea, JAWARA Gula Aren, dan JAWARA Ube. Republika menyebut varian yang tersedia sebagai Jawara Pandan Gula Aren Milk Tea dan Jawara Ube Pudding. Produk tersebut kini tersedia di seluruh gerai GAGA di Indonesia.
Teh lokal masuk ke pilihan minuman modern
Peluncuran ini relevan bagi pembaca karena menghubungkan bahan baku teh dari Jawa dengan produk minuman modern yang dipasarkan di Indonesia. JAWARA menampilkan teh melati dalam beberapa bentuk sajian, dari teh murni hingga minuman dengan susu, gula aren, dan ube.
Harga minuman berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp42.000, bergantung pada varian dan ukuran, menurut laporan Republika. Suara.com menyebut harga mulai Rp25.000 dan mencatat bahwa pilihan ukuran, tambahan, serta topping dapat memengaruhi harga.
GAGA sebelumnya dikenal melalui Thai tea. Dalam seri baru ini, perusahaan menggunakan teh melati Indonesia sebagai bahan utama dan menyatakan produk tersebut dikembangkan untuk kebutuhan pasar Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
SETC Perkuat Kolaborasi untuk Bawa UMKM ke Pasar Ekspor
SETC dan pemerintah memperluas pendampingan UMKM melalui pelatihan, digitalisasi, jejaring, serta akses pembeli luar negeri untuk mendorong ekspor.
Terbaru di Gaya Hidup

Berita utama hari ini

Baca juga




