Kabar18.com

Minggu, 11 Oktober 2026

Google Perkenalkan Playground, Platform Gim AI Belum Tersedia di Indonesia

Google memperkenalkan Playground pada 7 Oktober 2026 untuk membuat, memainkan, dan membagikan gim dengan perintah teks. Akses awalnya dibatasi untuk pengguna 18 tahun ke atas di Amerika Serikat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang memegang pengontrol permainan video nirkabel di depan layar televisi.
Ilustrasi: Seseorang memegang pengontrol permainan video nirkabel di depan layar televisi. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Jakarta — Google memperkenalkan Playground, platform eksperimental yang memungkinkan pengguna membuat, memainkan, dan membagikan gim melalui perintah teks tanpa pengalaman pemrograman pada 7 Oktober 2026. Saat dilaporkan pada 10 Oktober 2026, layanan itu tersedia bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat dan belum tersedia di Indonesia.

Playground menggunakan antarmuka percakapan. Pengguna dapat menjelaskan konsep gim melalui prompt, lalu menguji hasilnya dan meminta perubahan pada aturan, karakter, fisika, atau lingkungan gim. Platform ini berjalan melalui peramban sehingga gim dapat dimainkan menggunakan ponsel maupun laptop.

Google menyebut Playground sebagai layanan eksperimental. Akses peluncuran diberikan kepada pengguna di Amerika Serikat yang berusia minimal 18 tahun, dengan akses pembuatan bertingkat berdasarkan langganan Google AI. Laman dukungan Google juga mencantumkan syarat berada di Amerika Serikat untuk menggunakan Playground.

Playground memperluas akses pembuatan gim berbasis teks

Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan ini menunjukkan arah baru perangkat pembuatan gim yang mengurangi kebutuhan terhadap kemampuan coding dan perangkat pengembangan tradisional. Namun, pengguna di Indonesia belum dapat memakai layanan tersebut karena peluncuran awalnya dibatasi untuk Amerika Serikat. Playground belum tersedia di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Selain membuat gim dari awal, pengguna dapat memainkan gim buatan komunitas melalui galeri. Google menyatakan pengguna dapat memulai dari kanvas kosong, mengubah prompt awal, atau memakai dukungan terpandu untuk menyusun konsep, kemudian langsung menguji hasilnya. Google juga menyiapkan integrasi dengan Unity Spark untuk kebutuhan pengembangan gim yang lebih kompleks dan fitur tiga dimensi.

Google mengarahkan pengguna ke Playground melalui peramban.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.