Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauh dari Besuk Kobokan
Gunung Semeru erupsi pada 05.29 WIB dengan kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak. Warga dilarang beraktivitas di sektor Besuk Kobokan hingga 13 kilometer.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Lumajang — Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 05.29 WIB. Kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut, menurut laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Laporan pengamatan pada 00.00 WIB hingga 06.00 WIB mencatat 22 kali letusan.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, aktivitas juga dilarang dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar.
Pembatasan diperlukan untuk melindungi warga di jalur bahaya
Larangan tersebut penting bagi warga Lumajang dan Malang karena aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru dapat menjadi jalur awan panas, guguran lava, dan lahar. Potensi aliran lahar disebut dapat mencapai 17 kilometer dari puncak.
Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan. Aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru juga tidak diperbolehkan karena rawan lontaran batu pijar.
Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi lain pada pukul 02.03 WIB yang tidak teramati secara visual karena kabut, tetapi terekam seismograf. Pada periode pengamatan enam jam, seismograf juga merekam 9 kali gempa guguran, 4 kali hembusan, dan 2 kali tremor harmonik.
Warga diminta tetap waspada terhadap awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berasal dari puncak Gunung Semeru.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Daerah

Jalan dan Jembatan Nasional Tiga Provinsi Sumatera Pulih 100 Persen
Satgas PRR menyatakan jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi Sumatera telah pulih 100 persen hingga 5 Oktober 2026. Pemulihan infrastruktur daer…
Berita utama hari ini

Baca juga





