Harga Batu Bara Newcastle Capai US$152,95 per Ton
Harga batu bara Newcastle mencapai US$152,95 per ton pada 6 Oktober 2026. Kenaikan berlangsung lima hari ketika ekspor Indonesia turun dan pasokan global menghadapi gangguan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Pasar batu bara global — Harga batu bara Newcastle ditutup US$152,95 per ton pada Selasa, 6 Oktober 2026, menurut data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia.
Mengapa ini penting: Harga Newcastle yang naik berlangsung bersamaan dengan penurunan ekspor Indonesia, sementara harga acuan pemerintah untuk periode pertama Oktober ditetapkan US$122,52 per ton.
Harga itu naik 1,3 persen dari perdagangan sebelumnya dan memperpanjang penguatan selama lima hari. Data Trading Economics yang dikutip RCTI+ menunjukkan harga batu bara menembus sekitar US$150 per ton pada hari yang sama, level tertinggi dalam hampir empat bulan.
Kenaikan harga terjadi ketika pasokan global menyusut dan permintaan energi menguat. Trading Economics menyebut gangguan pasokan gas akibat perang di sekitar Iran mendorong sejumlah negara, termasuk India dan beberapa negara Eropa, meningkatkan ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
Ekspor Indonesia menurun
Pasokan dari Indonesia menjadi salah satu faktor yang menekan pasar. CNBC Indonesia melaporkan ekspor batu bara Indonesia turun 9,3 persen menjadi 227,7 juta ton pada Januari-Agustus 2026.
Penurunan itu dikaitkan dengan kuota produksi pemerintah, ketidakpastian kebijakan, serta gangguan pengiriman akibat fenomena El Niño. RCTI+ juga mengutip catatan BRI Danareksa bahwa ekspor batu bara termal Indonesia turun 23 persen secara tahunan pada Agustus 2026.
Bank Mandiri mencatat volume ekspor batu bara Indonesia pada Agustus 2026 turun 25,8 persen secara tahunan menjadi 36,5 juta ton. Menurut laporan bank tersebut, penurunan dipengaruhi kendala pengiriman akibat surutnya sungai di Kalimantan, pemangkasan kuota, dan keterlambatan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya.
Harga acuan pemerintah berbeda
Harga Newcastle yang diberitakan tersebut berbeda dari harga batu bara acuan pemerintah Indonesia. DDTCNews melaporkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan harga batu bara acuan periode pertama Oktober 2026 sebesar US$122,52 per ton.
Harga acuan pemerintah itu berlaku selama dua pekan sejak 1 Oktober 2026 dan menjadi dasar penghitungan harga patokan batu bara untuk periode yang sama. Karena itu, angka US$152,95 per ton tidak dapat disebut sebagai harga batu bara acuan Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Bahlil Siap Eksekusi Arahan Prabowo Soal Bensin dari Batu Bara
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan siap mengeksekusi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan produksi bensin dari batu bara, dengan…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





