Kabar18.com

Senin, 5 Oktober 2026

IHSG Berisiko Melemah pada Perdagangan Senin di Jakarta

Sejumlah analis memperkirakan IHSG berisiko melemah pada Senin, 5 Oktober 2026, setelah ditutup 6.036,88 pada Jumat. Investor mencermati data ekonomi pekan ini.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan grafik pergerakan harga saham dan indikator pasar modal pada layar monitor.
Ilustrasi: Tampilan grafik pergerakan harga saham dan indikator pasar modal pada layar monitor. · Foto: Rafael Minguet Delgado / Pexels

Jakarta — Sejumlah analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melemah pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, setelah ditutup pada level 6.036,88 pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Bisnis.com melaporkan, IHSG berubah 3,28% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya sebesar 6.241,89. Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga indeks masih berpotensi mengalami koreksi.

Perkiraan pelemahan tersebut menjadi salah satu pandangan analis untuk perdagangan awal pekan. Laporan CNNIndonesia.com menyebut IHSG diproyeksikan melemah pada Senin, dengan area koreksi yang diperkirakan berada pada 5.850-5.911. Namun, analis Binaartha Sekuritas menilai indeks berpeluang rebound jika penutupan harian tetap berada di atas 6.015.

Data ekonomi menjadi perhatian investor

Pelaku pasar mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis sepanjang pekan. Cadangan devisa akan dirilis pada 7 Oktober 2026, indeks keyakinan konsumen pada 8 Oktober 2026, sedangkan penjualan ritel dan penjualan otomotif pada 9 Oktober 2026.

Katadata.co.id juga melaporkan perhatian investor terhadap rangkaian data tersebut. Menurut laporan itu, IHSG pada Jumat menguat 0,46% ke level 6.036, tetapi secara mingguan masih terkoreksi 3,28% dan berada di bawah MA20 weekly.

Pergerakan berikutnya akan dipengaruhi respons pasar terhadap data ekonomi domestik tersebut serta perkembangan teknikal IHSG. Sejumlah laporan mencatat adanya perbedaan pandangan analis, mulai dari peluang koreksi hingga kemungkinan rebound apabila level teknikal tertentu dapat dipertahankan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.