IHSG Masih Rawan Melemah di Jakarta pada 29 September
Analis memperkirakan IHSG masih berisiko melemah pada perdagangan 29 September 2026. Sehari sebelumnya, indeks ditutup di level 6.147,86, turun 1,51 persen.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih rawan melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, setelah ditutup turun pada perdagangan sehari sebelumnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan tekanan koreksi IHSG belum berakhir dalam jangka pendek. Dalam riset hariannya, ia menyebut indeks berpotensi menguji area 6.088-6.111.
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang dukungan 6.041, 5.984 dan hambatan 6.297, 6.419. Ia juga merekomendasikan sejumlah saham, yakni AADI, BRPT, PSAB, dan PTRO.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan setelah menembus level dukungan 6.159 pada perdagangan sebelumnya. Menurut dia, penembusan di bawah level tersebut membuka peluang penurunan menuju area 6.015-6.029.
Pergerakan IHSG menjadi perhatian investor
Perubahan IHSG penting bagi pembaca karena mencerminkan pergerakan pasar saham Indonesia dan menjadi acuan bagi investor dalam memantau kondisi perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Tekanan pada indeks dapat memengaruhi keputusan transaksi saham pada awal pekan perdagangan.
IHSG ditutup pada level 6.147,86 pada Senin, 28 September 2026, turun 94,03 poin atau 1,51 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Data tersebut menunjukkan pelemahan yang menjadi dasar proyeksi analis untuk perdagangan Selasa.
Ivan memprediksi IHSG bergerak pada level dukungan 6.015, 5.850, dan 5.607, serta hambatan 6.258, 6.423, 6.552, dan 6.712. CNN Indonesia melaporkan rekomendasi Herditya untuk saham AADI, BRPT, PSAB, dan PTRO dalam konteks proyeksi perdagangan hari ini.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Suku Bunga AS Menekan Rupiah dan Pasar Keuangan Jakarta
IHSG dan rupiah melemah pada perdagangan 24 September 2026, sedangkan imbal hasil SBN tenor 10 tahun stagnan setelah Federal Reserve menaikkan suku bu…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





