Kabar18.com

Jumat, 2 Oktober 2026

IHSG Melemah ke 6.009,50 Setelah Reshuffle Kabinet di Jakarta

IHSG melemah ke 6.009,50 pada 1 Oktober 2026, terendah dalam lebih dari dua bulan. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp240,43 miliar di pasar reguler.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Grafik pergerakan harga saham berwarna hijau dengan tren menurun pada layar monitor berlatar hitam.
Ilustrasi: Grafik pergerakan harga saham berwarna hijau dengan tren menurun pada layar monitor berlatar hitam. · Foto: Rafael Minguet Delgado / Pexels

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,02 persen ke level 6.009,50 pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Penutupan itu menjadi level terendah dalam lebih dari dua bulan, sementara investor asing mencatat penjualan bersih Rp240,43 miliar di pasar reguler.

Data perdagangan yang dikutip CNBC Indonesia mencatat penjualan bersih asing mencapai Rp241,86 miliar di seluruh pasar. Bisnis.com melaporkan pelemahan IHSG berlangsung ketika pasar mencermati dampak perombakan Kabinet Merah Putih.

Mengapa penurunan IHSG penting bagi pembaca

Pergerakan IHSG menjadi salah satu indikator sentimen pasar saham domestik. Penurunan ke level 6.009,50 dan aksi jual bersih investor asing menunjukkan tekanan pada perdagangan saham pada awal Oktober. Bagi pembaca yang mengikuti ekonomi nasional, perkembangan ini berkaitan dengan respons pasar terhadap perubahan susunan kabinet dan arah kebijakan pemerintah.

Bisnis.com menyebut ketidakpastian setelah reshuffle kabinet turut memengaruhi sentimen domestik. Laporan itu juga menyatakan rupiah dan pasar saham masih berada dalam tekanan. CNBC Indonesia melaporkan tekanan domestik turut datang dari aksi jual asing pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk GOTO, BBCA, BBRI, AMMN, TLKM, ASII, BYAN, dan UNTR.

Di luar pasar reguler, penjualan bersih asing tercatat Rp1,43 miliar di pasar negosiasi dan tunai, sehingga total penjualan bersih di seluruh pasar mencapai Rp241,86 miliar. Angka pasar reguler dan seluruh pasar tersebut berbeda karena mencakup segmen transaksi yang berbeda.

Bisnis.com melaporkan pasar akan mengevaluasi dampak reshuffle kabinet dan implementasi short selling terhadap sentimen serta aktivitas perdagangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.