IHSG Melemah ke 6.009,50 Setelah Reshuffle Kabinet di Jakarta
IHSG melemah ke 6.009,50 pada 1 Oktober 2026, terendah dalam lebih dari dua bulan. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp240,43 miliar di pasar reguler.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,02 persen ke level 6.009,50 pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Penutupan itu menjadi level terendah dalam lebih dari dua bulan, sementara investor asing mencatat penjualan bersih Rp240,43 miliar di pasar reguler.
Data perdagangan yang dikutip CNBC Indonesia mencatat penjualan bersih asing mencapai Rp241,86 miliar di seluruh pasar. Bisnis.com melaporkan pelemahan IHSG berlangsung ketika pasar mencermati dampak perombakan Kabinet Merah Putih.
Mengapa penurunan IHSG penting bagi pembaca
Pergerakan IHSG menjadi salah satu indikator sentimen pasar saham domestik. Penurunan ke level 6.009,50 dan aksi jual bersih investor asing menunjukkan tekanan pada perdagangan saham pada awal Oktober. Bagi pembaca yang mengikuti ekonomi nasional, perkembangan ini berkaitan dengan respons pasar terhadap perubahan susunan kabinet dan arah kebijakan pemerintah.
Bisnis.com menyebut ketidakpastian setelah reshuffle kabinet turut memengaruhi sentimen domestik. Laporan itu juga menyatakan rupiah dan pasar saham masih berada dalam tekanan. CNBC Indonesia melaporkan tekanan domestik turut datang dari aksi jual asing pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk GOTO, BBCA, BBRI, AMMN, TLKM, ASII, BYAN, dan UNTR.
Di luar pasar reguler, penjualan bersih asing tercatat Rp1,43 miliar di pasar negosiasi dan tunai, sehingga total penjualan bersih di seluruh pasar mencapai Rp241,86 miliar. Angka pasar reguler dan seluruh pasar tersebut berbeda karena mencakup segmen transaksi yang berbeda.
Bisnis.com melaporkan pasar akan mengevaluasi dampak reshuffle kabinet dan implementasi short selling terhadap sentimen serta aktivitas perdagangan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Artotel dan U Stay Kelola Empat Properti di Jakarta dan Bali
Artotel Group mengelola empat properti U Stay di Jakarta dan Bali setelah penandatanganan perjanjian pengelolaan hotel. U Stay menargetkan hingga 50 h…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga


