Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Iin Mutmainnah Gagas Desk AI untuk Data Kemiskinan Jakarta

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menggagas desk kolaborasi berbasis AI untuk menyinkronkan data kemiskinan. Rencana ini mencakup dasbor interaktif dan pembelajaran mesin.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menggagas desk kolaborasi berbasis kecerdasan buatan untuk menyinkronkan data penanggulangan kemiskinan di Jakarta. Gagasan itu disampaikan dalam bedah buku “Satu Data Satu Tujuan, AI sebagai Solusi Kemiskinan Jakarta” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 12 Oktober 2026.

Desk tersebut dirancang untuk memperkuat koordinasi dan pengolahan data lintas instansi. Iin menyebut data yang lebih terpadu diperlukan agar program penanggulangan kemiskinan dapat menyasar warga sesuai kondisi dan kebutuhan mereka.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan telah melakukan pemadanan data dari Badan Pusat Statistik, Registrasi Sosial Ekonomi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, serta Dinas Sosial.

Gagasan itu juga mencakup pengembangan dasbor interaktif untuk membantu analisis data kemasyarakatan. Sistem tersebut direncanakan memanfaatkan pembelajaran mesin untuk membaca sejumlah indikator, termasuk data penggunaan listrik warga.

Sinkronisasi data menentukan ketepatan program kemiskinan

Bagi pembaca, penguatan integrasi data berpengaruh pada ketepatan sasaran kebijakan dan bantuan sosial. Data yang saling melengkapi dapat membantu pemerintah wilayah mengenali perubahan kondisi warga dan mengurangi risiko ketidaksesuaian penerima program.

Buku yang dibahas Iin berangkat dari penelitian disertasinya mengenai model tata kelola kolaboratif berbasis kecerdasan buatan. Dalam model itu, AI diposisikan sebagai alat bantu untuk merumuskan, memverifikasi, memetakan, dan mencari data yang relevan, bukan sebagai pengambil kebijakan.

Iin juga membuka ruang bagi akademisi dan perguruan tinggi untuk ikut meneliti serta mengimplementasikan gagasan tersebut. Menurutnya, penanganan kemiskinan membutuhkan perpaduan wawasan akademisi dan pengalaman praktisi di lapangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.