Ijazah Hatta Dipajang di Rotterdam, Soemitro Raih Doktor pada 1943
Pembaruan laporan menyoroti salinan ijazah Mohammad Hatta yang dipajang di Erasmus University Rotterdam dan doktor ekonomi Soemitro pada 1943 saat berusia 26 tahun.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Rotterdam — Salinan ijazah Wakil Presiden pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta dipajang di Erasmus University Rotterdam, Belanda, sementara Soemitro Djojohadikusumo meraih gelar doktor ekonomi pada 1943 saat berusia 26 tahun.
Informasi itu menjadi pembaruan laporan mengenai jejak pendidikan dua tokoh Indonesia di perguruan tinggi ekonomi Rotterdam. Salinan ijazah Hatta dipamerkan secara permanen di aula Hatta Building, gedung di lingkungan kampus Erasmus University Rotterdam. Gedung tersebut sebelumnya digunakan sebagai asrama mahasiswa.
Hatta tercatat menempuh pendidikan di Belanda pada 1921–1932. Perguruan tinggi tempatnya belajar sebelumnya bernama Nederlandse Handelshogeschool. Erasmus University Rotterdam menempatkan salinan ijazah beserta ringkasan biografi Hatta sebagai penghormatan atas perjalanan pendidikan dan perjuangannya bagi Indonesia.
Soemitro Djojohadikusumo juga tercatat sebagai lulusan perguruan tinggi tersebut. Ia berangkat ke Belanda pada 1935 untuk menempuh studi ekonomi di Nederlandse Economische Hogeschool, Rotterdam. Soemitro kemudian menyelesaikan riset disertasi berjudul Het Volkscredietwezen in de Depressie dan meraih doktor ekonomi pada 1943.
Jejak pendidikan Hatta dan Soemitro memperkuat konteks sejarah ekonomi Indonesia
Bagi pembaca Indonesia, informasi ini menunjukkan hubungan antara pendidikan ekonomi di Rotterdam dan lahirnya tokoh-tokoh penting dalam sejarah nasional. Hatta dikenal sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, sedangkan Soemitro dikenal sebagai ekonom Indonesia dan ayah Presiden Prabowo Subianto.
Pemajangan salinan ijazah Hatta di Hatta Building membuat rekam pendidikan tokoh tersebut tetap terlihat di lingkungan kampus yang menjadi bagian dari perjalanan intelektualnya. Sementara itu, capaian akademik Soemitro pada 1943 menggambarkan kesinambungan pendidikan ekonomi yang ditempuhnya di Rotterdam sebelum kembali berkiprah di Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Tokoh

Agus Hartadi Bawa Loyok Kreatif ke Mandalika
Agus Hartadi membawa Loyok Kreatif, usaha anyaman bambu yang melibatkan perempuan dan penyandang disabilitas, ke ajang Pertamina Grand Prix of Indones…
Berita utama hari ini


