Investasi Pariwisata 2025 Naik 56 Persen, Masih Terpusat di Bali dan Jakarta
Kementerian Pariwisata mencatat investasi pariwisata 2025 mencapai Rp73,56 triliun, naik 56,05 persen. Pemerintah mendorong pemerataan modal ke destinasi prioritas di luar Bali dan Jakarta.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Pariwisata mencatat realisasi investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp73,56 triliun pada 2025, meningkat 56,05 persen dari Rp47,14 triliun pada 2024. Data tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam laporan kinerja pariwisata pada 9 Oktober 2026.
Investasi tersebut masih terkonsentrasi di Bali dan Jakarta, terutama pada sektor amenitas. Pemerintah mendorong penyebaran modal ke berbagai wilayah lain agar pertumbuhan pariwisata tidak bertumpu pada dua tujuan utama tersebut.
Upaya pemerataan diarahkan ke 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Pemerintah juga mendorong perluasan investasi pada atraksi wisata, selain pembangunan fasilitas pendukung.
Pemerataan investasi membuka peluang di luar Bali dan Jakarta
Bagi pembaca di daerah, kebijakan ini berarti peluang investasi pariwisata diarahkan lebih luas ke destinasi prioritas di berbagai wilayah Indonesia. Pemerataan diharapkan memperkuat kegiatan ekonomi lokal sekaligus memperluas manfaat pembangunan pariwisata.
Kementerian Pariwisata menyebut investasi pariwisata masih banyak berada di Bali dan Jakarta. Konsentrasi itu berjalan seiring dominasi sektor amenitas, sehingga pemerintah ingin menarik modal ke destinasi lain dan ke sektor atraksi wisata.
Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah mendorong investasi yang lebih merata melalui 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta KEK Pariwisata. Tidak ada rincian tambahan mengenai jadwal pelaksanaan atau proyek tertentu dalam laporan yang digunakan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Olahraga
KONI DKI Jakarta Gelar Ghatering Menghadapi Agenda Olahraga Nasional.
KONI DKI Jakarta menggelar gathering di Cempaka Putih pada 8 Oktober 2026 untuk memperkuat dukungan lintas sektor bagi pembinaan atlet dan agenda PON.
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





