Kabar18.com

Minggu, 11 Oktober 2026

Investasi Pariwisata 2025 Naik 56 Persen, Masih Terpusat di Bali dan Jakarta

Kementerian Pariwisata mencatat investasi pariwisata 2025 mencapai Rp73,56 triliun, naik 56,05 persen. Pemerintah mendorong pemerataan modal ke destinasi prioritas di luar Bali dan Jakarta.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kolam renang di sebuah vila dengan latar langit senja dan pepohonan hijau.
Ilustrasi: Kolam renang di sebuah vila dengan latar langit senja dan pepohonan hijau. · Foto: kevin yung / Pexels

Jakarta — Kementerian Pariwisata mencatat realisasi investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp73,56 triliun pada 2025, meningkat 56,05 persen dari Rp47,14 triliun pada 2024. Data tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam laporan kinerja pariwisata pada 9 Oktober 2026.

Investasi tersebut masih terkonsentrasi di Bali dan Jakarta, terutama pada sektor amenitas. Pemerintah mendorong penyebaran modal ke berbagai wilayah lain agar pertumbuhan pariwisata tidak bertumpu pada dua tujuan utama tersebut.

Upaya pemerataan diarahkan ke 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Pemerintah juga mendorong perluasan investasi pada atraksi wisata, selain pembangunan fasilitas pendukung.

Pemerataan investasi membuka peluang di luar Bali dan Jakarta

Bagi pembaca di daerah, kebijakan ini berarti peluang investasi pariwisata diarahkan lebih luas ke destinasi prioritas di berbagai wilayah Indonesia. Pemerataan diharapkan memperkuat kegiatan ekonomi lokal sekaligus memperluas manfaat pembangunan pariwisata.

Kementerian Pariwisata menyebut investasi pariwisata masih banyak berada di Bali dan Jakarta. Konsentrasi itu berjalan seiring dominasi sektor amenitas, sehingga pemerintah ingin menarik modal ke destinasi lain dan ke sektor atraksi wisata.

Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah mendorong investasi yang lebih merata melalui 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta KEK Pariwisata. Tidak ada rincian tambahan mengenai jadwal pelaksanaan atau proyek tertentu dalam laporan yang digunakan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.