Jambi Jadwalkan Kembali OMC untuk Tekan Kabut Asap Karhutla
Satgas Karhutla Jambi menjadwalkan kembali OMC pada 9–10 Oktober 2026 setelah kabut asap menghambat penerbangan. Luas lahan terbakar mencapai 4.123,84 hektare hingga 29 September.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jambi — Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi menjadwalkan kembali Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 9–10 Oktober 2026 setelah pelaksanaan sebelumnya terkendala kabut asap tebal dan jarak pandang rendah.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kondisi jarak pandang membuat pesawat tidak dapat lepas landas untuk menjalankan OMC. Kabut asap juga menyulitkan penerbangan helikopter untuk melakukan water bombing di sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan.
Pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi cuaca dan keberadaan awan yang dapat disemai. Pemerintah daerah bersama Satgas Karhutla memantau potensi pertumbuhan awan hujan agar penaburan garam dapat dilakukan untuk memancing hujan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar sepanjang 1 Januari hingga 29 September 2026 mencapai 4.123,84 hektare. Kabupaten Batang Hari menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni 1.240,79 hektare, disusul Kabupaten Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, dan Kabupaten Muaro Jambi 577,71 hektare.
OMC menentukan upaya menekan karhutla dan kabut asap
Bagi pembaca di Indonesia, penjadwalan ulang OMC menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Jambi masih menghadapi kendala operasional dan cuaca. Asap tebal mengganggu jarak pandang serta membatasi penggunaan pesawat dan helikopter untuk operasi penanganan kebakaran.
Kabut asap di Kota Jambi dan wilayah sekitarnya tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di dalam wilayah Jambi. Sebagian asap merupakan kiriman dari daerah sekitar yang terbawa angin. Karena itu, keberhasilan OMC bergantung pada tersedianya awan yang sesuai, bukan hanya pada keputusan penjadwalan.
OMC pada 9–10 Oktober 2026 akan dilakukan apabila kondisi cuaca mendukung dan tersedia potensi awan yang dapat disemai. Operasi tersebut diharapkan membantu mendatangkan hujan dan menekan perkembangan karhutla di Jambi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





