Kabar18.com

Jumat, 2 Oktober 2026

Kabut Asap Masih Menyelimuti Sampit, Bupati Evaluasi Pemadaman

Kabut asap masih terlihat di Sampit pada 1 Oktober 2026. Bupati Kotawaringin Timur mengevaluasi teknik pemadaman, sementara status tanggap darurat karhutla diperpanjang hingga 15 Oktober.

Oleh

· 2 menit baca

Sampit — Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengevaluasi teknik pemadaman kebakaran hutan dan lahan setelah kabut asap masih terlihat di kawasan perkotaan Sampit pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Kabut asap masih muncul di Sampit, sementara status tanggap darurat karhutla berlaku hingga 15 Oktober 2026 dan pemerintah daerah menyiapkan evaluasi lanjutan jika kondisi belum membaik.

Evaluasi dilakukan karena upaya pemadaman oleh tim gabungan belum sepenuhnya menghilangkan bara di lokasi kebakaran. Pemerintah daerah akan memberi perhatian lebih besar pada proses pendinginan setelah api dipadamkan agar bara tidak kembali menyala.

Halikinnor mengatakan asap yang masih muncul menjadi tanda bahwa penanganan karhutla belum tuntas. Ia menyebut pemerintah daerah menilai efektivitas dan efisiensi teknik pemadaman yang digunakan.

Menurut laporan Metro TV, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memperpanjang status tanggap darurat karhutla dari 1 hingga 15 Oktober 2026. Perpanjangan itu dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran dan kabut asap yang masih berpotensi muncul.

Pemerintah daerah akan mengevaluasi langkah penanganan bersama pemangku kepentingan jika kondisi kabut asap belum membaik hingga 15 Oktober 2026. Halikinnor juga akan melaporkan perkembangan penanganan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

BMKG menjelaskan kabut asap di Kotawaringin Timur sulit terurai karena kondisi atmosfer cenderung mendorong asap tetap berada di dekat permukaan. Berdasarkan pengamatan BMKG setempat, kepekatan asap biasanya meningkat pada pagi hingga subuh dan dapat membaik sekitar pukul 08.00 hingga menjelang tengah hari.

Kepekatan asap kembali berpotensi meningkat setelah sekitar pukul 12.00 hingga sore. BMKG menyebut peningkatan curah hujan pada pertengahan Oktober diharapkan membantu mengendalikan titik api dan mengurangi kabut asap.

Jika hujan meningkat, titik api dan asap menghilang, masa tanggap darurat dapat diakhiri dan penanganan beralih ke tahap pemulihan, menurut keterangan yang dikutip Metro TV.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.