Kabar18.com

Rabu, 23 September 2026

Kemdiktisaintek Hitung Pembiayaan Pendidikan Gratis di Jakarta

Kemdiktisaintek menghitung kebutuhan pembiayaan pendidikan gratis di PTN, termasuk anggaran Rp93,7 triliun untuk 2.833.169 mahasiswa. Hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Topi toga wisuda, selempang kuning, dan buku bersampul tebal di atas permukaan putih.
Ilustrasi: Topi toga wisuda, selempang kuning, dan buku bersampul tebal di atas permukaan putih. · Foto: RDNE Stock project / Pexels

Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mulai menghitung kebutuhan pembiayaan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri (PTN) pada Selasa, 22 September 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan penghitungan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan standar pembiayaan setiap mahasiswa di seluruh PTN. Pemerintah juga memetakan kondisi masing-masing perguruan tinggi, termasuk kebutuhan kampus dan jumlah mahasiswa.

Dalam rapat kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Brian menyampaikan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN mencapai Rp93,7 triliun. Angka itu mencakup 2.833.169 mahasiswa pada jenjang vokasi dan akademik, yaitu D3, D4, dan S1.

Penghitungan Menjadi Dasar Kebijakan Pendidikan Tinggi

Langkah ini penting karena menyangkut rencana pembiayaan pendidikan tinggi negeri secara nasional. Namun, penghitungan kebutuhan dan penyusunan data belum sama dengan penerapan program pendidikan gratis secara penuh.

Brian mengatakan data kebutuhan setiap kampus dan jumlah mahasiswa diperlukan untuk menyusun kebutuhan pembiayaan secara menyeluruh. Hasil penghitungan dan pemetaan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skema dan tahapan penerapan pendidikan gratis di PTN.

Pemerintah juga menyiapkan kemungkinan penerapan secara bertahap apabila pelaksanaan menyeluruh belum dapat dilakukan sekaligus. Tahapan yang sedang dikaji mencakup 2027, 2028, hingga 2029.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.