Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

Kemenhut Kembangkan Drone AI untuk Pantau Karhutla di Indonesia

Kementerian Kehutanan mengembangkan EagleEye Tactical SAR System untuk memantau titik api dan ketebalan asap karhutla. Sistem ini memadukan Cloud AI Server dan Local Edge AI Agent.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah drone berwarna abu-abu terbang di depan deretan pepohonan rindang.
Ilustrasi: Sebuah drone berwarna abu-abu terbang di depan deretan pepohonan rindang. · Foto: Parveen Singh / Pexels

Serpong — Kementerian Kehutanan mengembangkan EagleEye Tactical SAR System untuk memantau titik api dan ketebalan asap karhutla secara real-time pada Sabtu, 26 September 2026. Sistem yang dikembangkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan itu menggabungkan penginderaan jauh drone dengan analisis kecerdasan buatan.

EagleEye merupakan platform Drone Command Center untuk pemantauan taktis. Sistem ini menggunakan dua metode pemrosesan AI, yakni Cloud AI Server untuk analisis dengan presisi tinggi ketika jaringan internet tersedia dan Local Edge AI Agent untuk mempercepat analisis di wilayah dengan kondisi bencana berat atau keterbatasan konektivitas.

Selain memantau titik api dan ketebalan asap, teknologi tersebut dapat membantu mengidentifikasi petugas pemadam api serta satwa liar. Sistem juga dilengkapi modul pemrosesan citra malam hari berbasis Python, analisis video pasca-penerbangan, dan distribusi alert taktis dengan latensi rendah.

Teknologi untuk pemantauan karhutla di wilayah sulit terjangkau

Penggunaan pemrosesan cloud dan edge penting karena pemantauan kebakaran hutan dan lahan dapat berlangsung di wilayah yang konektivitasnya terbatas. Cloud AI Server menyediakan analisis berpresisi tinggi saat internet tersedia, sedangkan Local Edge AI Agent memungkinkan analisis dilakukan secara lokal ketika tim beroperasi di area terisolasi atau blank spot.

Inovasi ini juga dikembangkan untuk mendukung misi pencarian dan penyelamatan serta distribusi bantuan kemanusiaan. Kementerian Kehutanan menyebut EagleEye sebagai inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan karhutla dan perlindungan satwa liar di berbagai daerah.

Pengembangan sistem tersebut menjadi bagian dari inovasi EagleEye Tactical SAR System yang dikembangkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan. Sistem itu meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 pada kategori Pengembangan Drone Militer, SAR dan Bantuan Bencana.

Sistem tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendukung penanganan karhutla serta penyelamatan satwa liar di Indonesia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.