Kabar18.com

Sabtu, 26 September 2026

Mengapa Gempa Susulan Flores Masih Terjadi? Ini Data BMKG

BMKG mencatat 15.722 gempa susulan setelah gempa utama Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Sebanyak 190 kejadian dirasakan warga hingga 15 September.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau kekuningan di bawah langit mendung dengan pagar kawat di latar depan.
Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau kekuningan di bawah langit mendung dengan pagar kawat di latar depan. · Foto: Brenner Oliveira / Pexels

Flores — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026, telah memasuki fase peluruhan signifikan hingga 15 September 2026 pukul 05.00 WIB.

Menurut BMKG, selama 30 hari setelah gempa utama tercatat 15.722 gempa susulan. Rentang kekuatannya mencapai M0,9 hingga M6,2, sedangkan 190 kejadian dirasakan masyarakat.

Mengapa gempa susulan Flores masih terjadi?

Gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah gempa utama. Data BMKG menunjukkan jumlah aktivitas masih besar, tetapi lembaga itu menyatakan aktivitasnya sudah memasuki fase peluruhan secara signifikan. Artinya, rangkaian gempa belum berhenti sepenuhnya, sementara kecenderungan aktivitasnya mulai menurun.

BMKG mencatat gempa utama Flores bermagnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026. Sampai 15 September 2026 pukul 05.00 WIB, pengamatan BMKG mencakup 30 hari pascagempa utama. Dari seluruh gempa susulan tersebut, 190 kejadian dirasakan oleh masyarakat.

Rentang magnitudo yang dicatat BMKG menunjukkan bahwa gempa susulan tidak seluruhnya memiliki kekuatan yang sama. Sebagian berada pada magnitudo rendah dan tidak dirasakan, sedangkan kejadian lain cukup kuat untuk dirasakan masyarakat.

Data tersebut penting bagi warga Flores dan wilayah Nusa Tenggara Timur karena menjadi dasar pemantauan aktivitas kegempaan serta mitigasi dan rekonstruksi. Warga tetap perlu mengikuti informasi resmi BMKG dan memperhatikan kondisi bangunan setelah guncangan.

BMKG menyatakan fase peluruhan signifikan menjadi bagian dari hasil pemantauan pascagempa. Laporan itu juga digunakan sebagai basis mitigasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.