Kabar18.com

Senin, 5 Oktober 2026

Mengapa Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perlu Ditopang Produktivitas?

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025. Tantangan berikutnya bukan sekadar menjaga angka pertumbuhan, melainkan memperkuat produktivitas tenaga kerja, industri pengolahan, riset, dan inovasi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Susunan roda gigi logam berwarna emas di atas latar belakang hitam.
Ilustrasi: Susunan roda gigi logam berwarna emas di atas latar belakang hitam. · Foto: Miguel Á. Padriñán / Pexels

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen, tetapi angka itu belum menjawab apakah kapasitas produksi nasional ikut menguat. Bank Indonesia menilai produktivitas tenaga kerja, riset, inovasi, dan pengolahan sumber daya alam menjadi bagian penting transformasi agar pertumbuhan tidak bergantung pada konsumsi dan komoditas.

Mengapa pertumbuhan 5,11 persen belum cukup?

Pertumbuhan ekonomi mengukur kenaikan output, bukan langsung kualitas sumber pertumbuhan. Menurut Bank Indonesia dalam Laporan Kelembagaan 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, lebih tinggi daripada 5,03 persen pada 2024, dan disertai perbaikan kualitas ketenagakerjaan.

Namun, Bank Indonesia juga mencatat kapasitas pertumbuhan masih perlu diperkuat. Dalam laporan yang sama, lembaga itu menyebut produktivitas yang belum kuat dan ketergantungan pada komoditas sebagai faktor yang membatasi kapasitas pertumbuhan.

Sektor apa yang menjadi penopang ekonomi?

Industri pengolahan tetap penting dalam perubahan struktur ekonomi. Bank Indonesia mencatat peranan industri pengolahan terhadap produk domestik bruto sebesar 21,9 persen dalam kerangka transformasi ekonomi yang dibahas pada Laporan Perekonomian Indonesia 2025.

Data BPS menunjukkan industri pengolahan tumbuh 5,54 persen pada triwulan III 2025. Pada periode yang sama, ekspor barang dan jasa tumbuh 9,91 persen, sedangkan pembentukan modal tetap bruto tumbuh 5,04 persen, menurut siaran pers BPS pada 5 November 2025.

Apa peran tenaga kerja dalam produktivitas?

Produktivitas meningkat ketika tenaga kerja menghasilkan nilai tambah lebih besar melalui keterampilan, teknologi, organisasi kerja, dan modal yang lebih baik. Karena itu, pertumbuhan jumlah pekerja tidak otomatis berarti produktivitas nasional meningkat.

BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 sebesar 4,85 persen, turun dari 4,91 persen pada Agustus 2024. Dalam setahun hingga Agustus 2025, tambahan tenaga kerja tercatat 0,49 juta orang di pertanian, 0,42 juta orang di akomodasi dan makan minum, serta 0,30 juta orang di industri pengolahan.

Bagaimana strategi meningkatkan kapasitas pertumbuhan?

Bank Indonesia menempatkan hilirisasi sumber daya alam serta penguatan riset, inovasi, dan produktivitas tenaga kerja sebagai tahap awal transformasi ekonomi. Dokumen itu juga memuat sasaran peningkatan belanja riset dan inovasi secara bertahap hingga 0,45 persen.

Artinya, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada pertumbuhan tahunan. Perubahan pentingnya adalah apakah investasi, industri pengolahan, teknologi, dan keterampilan mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.