Kabar18.com

Jumat, 9 Oktober 2026

Menkes: Cek Kesehatan Gratis Buka Peluang Investasi Sektor Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Cek Kesehatan Gratis menjangkau lebih dari 105 juta penduduk dan membuka kebutuhan baru untuk produk serta layanan kesehatan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stetoskop dan elektroda EKG tergeletak di atas kertas grafik hasil rekam jantung.
Ilustrasi: Stetoskop dan elektroda EKG tergeletak di atas kertas grafik hasil rekam jantung. · Foto: Marta Branco / Pexels

Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan Program Cek Kesehatan Gratis membuka peluang investasi di sektor produk dan layanan kesehatan. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 8 Oktober 2026, setelah acara Health Summit 2026 di Jakarta.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi tentang sasaran, capaian, dan tindak lanjut program pemeriksaan kesehatan gratis yang ditargetkan menjangkau 130.344.650 penduduk pada 2026.

Menurut Budi, program tersebut menyasar ratusan juta masyarakat dan dapat mendorong peningkatan kebutuhan layanan kesehatan. Ia menyebut belanja kesehatan nasional saat ini sekitar Rp641 triliun per tahun dan berpotensi meningkat hingga sekitar Rp1.200 triliun jika capaian kesehatan Indonesia membaik.

Kementerian Kesehatan mencatat Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau lebih dari 105 juta penduduk pada awal Oktober 2026. Data itu disampaikan InfoPublik pada 6 Oktober berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan.

Program tersebut ditargetkan menjangkau 130.344.650 penduduk pada 2026. Layanan telah berjalan di 514 kabupaten dan kota dengan dukungan 10.318 puskesmas, menurut data yang dikutip InfoPublik.

Kementerian Kesehatan menyatakan pemeriksaan tidak berhenti pada skrining. Hasil pemeriksaan dilanjutkan melalui edukasi, pengobatan, pemantauan, dan rujukan.

Pada 2026, tindak lanjut Cek Kesehatan Gratis difokuskan pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular: tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Obat untuk hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat diberikan gratis selama 15 hari pertama sesuai indikasi medis, sebelum penanganan dilanjutkan melalui Jaminan Kesehatan Nasional.

Program itu juga mengintegrasikan hasil pemeriksaan peserta secara digital ke dalam SATUSEHAT. Pemerintah menargetkan layanan menjangkau seluruh kelompok umur, dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.