Panglima TNI Tegaskan Penanganan Separatis di Papua
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan penanganan kelompok separatis di Papua dilakukan melalui operasi keamanan dan pendekatan teritorial untuk mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada 28 September 2026 menegaskan kelompok separatis di Papua harus ditumpas melalui operasi keamanan dan pendekatan teritorial.
Pernyataan itu disampaikan setelah pimpinan OPM Kodap III Ndugama-Derakma Egianus Kogoya dan Komandan Operasi Mayor Belia Kogeya memprotes penggunaan pesawat Super Tucano dalam operasi militer di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Agus mengatakan penanganan persoalan Papua tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan militer. Menurut dia, pendekatan keamanan dan pembangunan perlu berjalan melalui kolaborasi agar penanganan persoalan Papua tidak semata-mata dipandang dari aspek militer.
TNI juga menjalankan operasi teritorial secara masif untuk mendukung pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Papua. Kegiatannya mencakup pembangunan gereja, penyediaan sumur bor untuk air bersih, perbaikan sekolah, pelayanan kesehatan, serta penugasan prajurit untuk mengajar di daerah terpencil.
Mengapa pernyataan ini penting bagi pembaca
Pernyataan Panglima TNI menunjukkan bahwa kebijakan penanganan keamanan Papua diarahkan berjalan bersamaan dengan kegiatan pembangunan dan pelayanan dasar. Bagi pembaca di berbagai daerah, hal ini berkaitan dengan pelaksanaan tugas negara di wilayah yang menghadapi persoalan keamanan sekaligus kebutuhan pembangunan.
Agus menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak dalam menangani persoalan Papua. Dengan pendekatan tersebut, operasi keamanan ditempatkan berdampingan dengan upaya mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui fasilitas umum, akses air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Laporan yang tersedia menyebut pernyataan itu disampaikan Agus di Jakarta pada Minggu, 27 September 2026, sementara laporan kandidat mencantumkan 28 September 2026 sebagai tanggal berita. Sumber-sumber tersebut sama-sama memuat penegasan bahwa OPM disebut kelompok separatis dan harus ditumpas, serta bahwa TNI menjalankan operasi teritorial di Papua.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
Panglima TNI Tanggapi Protes OPM atas Operasi Super Tucano di Nduga
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi protes OPM atas penggunaan Super Tucano di Nduga. Ia menyebut penanganan Papua memerlukan pendekatan k…
Terbaru di Pertahanan
Berita utama hari ini

Baca juga




