Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos ke 258 Kabupaten/Kota
Pemerintah memperluas digitalisasi bantuan sosial dari 43 menjadi 258 kabupaten/kota. Peluncuran skala besar berbasis integrasi data dan AI ditargetkan mulai Oktober 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Pemerintah memperluas digitalisasi penyaluran bantuan sosial ke 258 kabupaten/kota dari sebelumnya 43 kabupaten/kota, dengan peluncuran skala besar ditargetkan mulai Oktober 2026.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan perkembangan itu pada 30 September 2026. Program tersebut mencakup digitalisasi perlindungan sosial dan diarahkan untuk menyalurkan bantuan secara lebih tepat kepada penerima.
Perluasan itu didukung integrasi data antarkementerian dan lembaga berbasis kecerdasan buatan (AI). Pemerintah saat ini memprioritaskan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
Mengapa perluasan bansos digital penting bagi pembaca
Perubahan ini penting karena cakupan layanan yang lebih luas dapat memengaruhi penerima bantuan di banyak daerah. Sistem digital juga menjadi dasar pemadanan dan pembaruan data penerima antarkementerian dan lembaga.
Pemerintah telah memperluas uji coba Perlindungan Sosial Digital ke 258 kabupaten/kota dan menargetkan penerapannya secara nasional. Pelaksanaan penyaluran bantuan tunai bergantung pada pemutakhiran data kependudukan hingga akhir 2026.
Digitalisasi tersebut masih berada dalam tahap perluasan uji coba. Data dari tahap sebelumnya mencakup 43 kabupaten/kota, sebelum diperluas menjadi 258 kabupaten/kota. Sistem ini disiapkan untuk menguji kesiapan pemerintah daerah, interoperabilitas data, dan mekanisme pendampingan masyarakat.
Peluncuran skala besar GovTech digitalisasi bansos ditargetkan mulai Oktober 2026. Adapun perubahan bantuan dari barang atau subsidi komoditas menjadi uang tunai langsung disebut ditargetkan mulai kuartal I 2027, setelah proses pemutakhiran data selesai.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Pemerintah Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen di Jakarta
Pemerintah menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026. Inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19 persen dan defisit APBN mencapai Rp24…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





