Pemerintah Targetkan Cakupan 5G Indonesia 7 Persen pada 2029
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyatakan konektivitas digital Indonesia telah melampaui 90 persen. Pemerintah menargetkan cakupan 5G mencapai 7 persen pada 2029.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Bandung — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyatakan cakupan konektivitas digital Indonesia telah mencapai lebih dari 90 persen pada Minggu, 27 September 2026. Pemerintah menargetkan cakupan jaringan 5G meningkat menjadi 7 persen pada 2029.
Mengapa ini penting: Target ini menjadi acuan peningkatan cakupan 5G hingga 7 persen pada 2029 serta pemanfaatan frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz untuk memperluas dan memperbaiki layanan internet.
Angga menyampaikan target itu saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Menurut dia, kebijakan pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada perluasan sinyal, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Target cakupan 5G tersebut tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025-2029. Perluasan dilakukan bertahap: cakupan dipertahankan pada 2026, lalu ditingkatkan menjadi 5 persen pada 2027, 6 persen pada 2028, dan 7 persen pada 2029.
Pemerintah juga menyiapkan pita frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz untuk memperkuat layanan telekomunikasi. Frekuensi 700 MHz diarahkan untuk memperluas jangkauan 4G dan menutup wilayah tanpa sinyal, sedangkan 2.600 MHz digunakan untuk mendorong kualitas serta sebaran jaringan 5G.
Bisnis.com melaporkan pemerintah mengalokasikan kedua pita frekuensi itu kepada operator seluler sebagai bagian dari percepatan infrastruktur telekomunikasi. CNBC Indonesia juga melaporkan bahwa 700 MHz ditujukan untuk memperluas cakupan dan 2,6 GHz untuk peningkatan kualitas jaringan 5G.
Angga berharap perkembangan 5G dalam tiga tahun ke depan semakin besar dan baik, terutama dalam kualitas layanan publik serta keterjangkauan harga. Pemerintah menempatkan peningkatan mutu jaringan sebagai tahap lanjutan setelah cakupan konektivitas digital menembus lebih dari 90 persen.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Teknologi

Praxis Bangun Kota Berbasis AI di Uruguay
Praxis merencanakan komunitas fisik berbasis kecerdasan buatan di +Colonia, Uruguay. Investasinya diperkirakan mencapai hingga USD 1 miliar atau Rp 17…
Berita utama hari ini

Baca juga





