Pemprov DKI Soroti Delapan Kebakaran di Jakarta
Pemprov DKI Jakarta mencatat delapan kebakaran di Jakarta dalam dua hari, tersebar di empat wilayah kota. Pemerintah menguatkan pencegahan dan mengingatkan warga memakai layanan 112.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut delapan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Jakarta sejak Kamis (8/10) hingga Jumat (9/10/2026). Pernyataan itu disampaikan dalam laporan mengenai rangkaian kebakaran selama dua hari terakhir.
Rinciannya mencakup satu kebakaran di Jakarta Utara, satu di Jakarta Barat, tiga di Jakarta Pusat, dan tiga di Jakarta Timur. Ratusan warga terdampak, sementara kebakaran dengan dampak terbesar terjadi di Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/10) pukul 18.45 WIB.
Pemprov DKI Jakarta menempatkan pencegahan sebagai langkah utama. Pemerintah daerah mendorong penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) melalui Gerakan Masyarakat Punya APAR (GEMPAR), yang berjalan berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025. Upaya lain mencakup pelibatan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), edukasi keamanan instalasi listrik, serta laporan dini melalui layanan darurat 112.
Pencegahan menentukan dampak kebakaran di Jakarta
Rangkaian kejadian ini relevan bagi warga karena laporan menyebut kebakaran terjadi di berbagai wilayah ibu kota, termasuk kawasan permukiman. Pemprov DKI mengimbau warga memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menumpuk barang mudah terbakar, dan berhati-hati saat menggunakan kompor serta tabung gas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menegaskan pencegahan tetap menjadi prioritas. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan langkah preventif dan berkomunikasi secara terbuka dengan masyarakat. Pemerintah daerah mengingatkan warga agar segera menghubungi layanan 112 ketika melihat tanda-tanda kebakaran.
Tidak ada korban akibat peristiwa itu. Data tersebut menggambarkan luasnya dampak kebakaran di permukiman dan pentingnya respons awal sebelum api membesar.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Turun 1,88 Persen, Rupiah Melemah di Jakarta
IHSG turun 1,88 persen ke 6.031,28 pada perdagangan 8 Oktober 2026. Rupiah melemah 0,08 persen ke Rp17.890 per dolar AS di tengah tekanan sentimen glo…
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga





