Ledakan Gudang Petasan di Minahasa Utara Merusak 16 Rumah
Ledakan dan kebakaran gudang petasan di Minahasa Utara pada 6 November 2026 merusak 16 rumah dan membakar 11 gudang. Tidak ada korban jiwa maupun luka.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kompleks Pergudangan Volvo Penta — Kebakaran yang disertai ledakan melanda gudang petasan di Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Jumat, 6 November 2026, sekitar pukul 00.30 WITA. Sebanyak 11 gudang terbakar dan 16 rumah warga rusak akibat daya ledak.
Mengapa ini penting: Sebanyak 16 rumah warga rusak dan 11 gudang terbakar, sementara polisi masih menyelidiki penyebab serta aspek perizinan penyimpanan petasan.
Kapolsek Airmadidi Iptu Deddy Kodoati mengatakan kerusakan rumah meliputi kaca pecah, dinding rusak, dan plafon roboh. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Api diduga berasal dari gudang yang menyimpan petasan. Ledakan dari gudang itu kemudian memicu kebakaran di area kompleks pergudangan. Menurut laporan iNews, petugas membutuhkan sekitar empat jam untuk menjinakkan api.
Detik melaporkan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WITA. Pemadaman melibatkan tiga armada pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, dua unit kendaraan AWC Polda Sulawesi Utara, satu mobil tangki air Satuan Brimob, dan satu unit AWC Direktorat Samapta.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran serta keberadaan gudang yang menyimpan petasan tersebut. Nilai kerugian materi belum dapat dipastikan.
Kerusakan dan penanganan
- Ledakan merusak 16 rumah warga di sekitar kompleks pergudangan.
- Sebanyak 11 gudang terbakar, termasuk gudang petasan dan sejumlah gudang penyimpanan barang lain.
- Api dipadamkan sekitar pukul 08.00 WITA dan penyelidikan kepolisian berlanjut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Manado-Likupang dan Danau Toba Dorong Pemerataan Pariwisata
Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Manado-Likupang tumbuh 60,42 persen dan Danau Toba 33,40 persen pada kuartal I 2026…
Terbaru di Daerah
Berita utama hari ini

Baca juga





