Pengemudi Grab Cirebon Didorong Kenalkan Wisata Lokal
Pengemudi Grab di Cirebon didorong membantu wisatawan mengenali destinasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah lokal. Usulan itu muncul dalam program bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Grab.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Cirebon — Pengemudi Grab di Cirebon didorong mengambil peran sebagai pemandu wisata dan pengenal destinasi serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah lokal dalam program pengembangan kapasitas mitra pengemudi pada Kamis (1/10/2026).
Gagasan itu disampaikan Lukman Riyanto, mitra Grab asal Indramayu, dalam kegiatan yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama Grab di Cirebon. Ia mengusulkan agar pengemudi tidak hanya mengantar wisatawan, tetapi juga membantu mengenalkan destinasi wisata dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah lokal.
Republika melaporkan Cirebon dipilih sebagai kota ke-18 dalam program Kota Masa Depan #BeraniDigital. Program tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Cirebon pada Kamis (1/10/2026), dengan isu penguatan peran mitra pengemudi dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah serta pariwisata lokal.
Staf Khusus Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Hasby Muhammad Zamri menyatakan pengemudi memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan wisatawan. Peran sebagai pemandu lokal dapat dikembangkan melalui pelatihan tambahan, termasuk kemampuan komunikasi dasar dalam bahasa Inggris untuk melayani wisatawan mancanegara.
Peran baru pengemudi memperluas akses wisata Cirebon
Bagi pembaca, usulan ini berkaitan langsung dengan cara wisatawan memperoleh informasi ketika tiba di suatu daerah. Pengemudi yang mengenal titik wisata, kuliner, dan kerajinan setempat dapat membantu menghubungkan perjalanan wisata dengan pelaku usaha lokal.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengusulkan agar peran pengemudi diperluas dari pemandu lokal menjadi pemandu regional. Usulan itu mempertimbangkan keterhubungan Cirebon dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka, sehingga wisatawan berpeluang memperoleh informasi mengenai beberapa tujuan dalam satu kawasan.
Direktur Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan pengembangan peran tersebut perlu didukung teknologi. Aplikasi dapat memuat informasi mengenai titik-titik wisata dan tujuan perjalanan agar pengemudi memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai lokasi yang didatangi wisatawan.
Republika juga melaporkan ide menjadikan pengemudi sebagai wajah keramahan daerah akan dibahas secara intensif di kementerian. Laporan Suara.com menyebut pengembangan peran itu berpotensi membuka sumber penghasilan dan tanggung jawab baru bagi mitra pengemudi di sektor pariwisata.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pariwisata

Festival Palang Pintu XVII Digelar di Kemang
Festival berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di Kemang, Jakarta Selatan, dengan pertunjukan kesenian Betawi dan budaya Nusantara. Acara ini melibatkan 2…
Berita utama hari ini

Baca juga



