Pimpinan Ponpes di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual
Polisi menetapkan MHH, guru sekaligus pimpinan pondok pesantren di Bekasi Selatan, sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap lebih dari 10 santriwati. DP3A menyiapkan pendampingan korban.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Bekasi Selatan — Polres Metro Bekasi Kota menetapkan MHH (28), pimpinan sekaligus pengajar pondok pesantren, sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap lebih dari 10 santriwati pada Jumat (9/10/2026).
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa MHH. Polisi menyebut jumlah korban yang teridentifikasi masih dapat bertambah karena pendalaman keterangan dan informasi terus berlangsung. Dugaan kekerasan seksual itu disebut terjadi berulang sejak 2023 hingga September 2026.
Kasus tersebut terungkap setelah keluarga salah satu korban membuat laporan polisi pada 7 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan korban, MHH memiliki kedudukan sebagai ketua pondok selain berprofesi sebagai guru. Polisi masih mencocokkan keterangan tersangka dengan keterangan korban, saksi, dan alat bukti yang sah.
Penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan tiga orang lain, termasuk petugas keamanan pesantren. Kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk asesmen, pendampingan, dan perlindungan psikologis bagi para korban.
Perlindungan korban menjadi perhatian utama
Perkara ini penting bagi pembaca karena menyangkut keamanan santri di lingkungan pendidikan keagamaan dan penanganan dugaan kekerasan seksual terhadap anak atau perempuan. Pendampingan DP3A diperlukan agar pemeriksaan dan pemulihan korban berlangsung dengan perlindungan psikologis.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta memastikan peran pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Status tersangka merupakan bagian dari proses penyidikan dan perkara masih ditangani oleh Polres Metro Bekasi Kota.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Kesehatan

Kesehatan Tim Manggala Agni Sumatera Selatan Menurun Setelah Empat Bulan Padamkan Karhutla
Tim Manggala Agni di Sumatera Selatan mengalami gangguan kesehatan setelah sekitar empat bulan memadamkan karhutla. Petugas dipantau, diistirahatkan,…
Berita utama hari ini

Baca juga


