Kabar18.com

Kamis, 24 September 2026

Prabowo Pantau Karhutla, 209,78 Hektare Lahan Masih Dipadamkan

Presiden Prabowo meminta laporan terbaru tentang karhutla di Sumatra dan Kalimantan dari Istana Merdeka pada 23 September 2026. BNPB menyebut 209,78 hektare lahan masih dalam proses pemadaman.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Batang pohon tumbang dan hangus di area hutan yang terbakar.
Ilustrasi: Batang pohon tumbang dan hangus di area hutan yang terbakar. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan bencana secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, pada 23 September 2026. Rapat itu membahas perkembangan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Mengapa ini penting: Sebanyak 209,78 hektare lahan di Sumatra dan Kalimantan masih harus dipadamkan, sementara operasi modifikasi cuaca berlanjut hingga musim hujan kembali normal.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo meminta laporan terkini, terutama mengenai kondisi karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan secara keseluruhan, serta Sumatra. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto menyampaikan laporan tersebut dalam rapat.

Menurut Suharyanto, luas lahan yang masih dalam proses pemadaman mencapai 209,78 hektare hingga 23 September 2026. Angka itu merupakan bagian dari total 1.212,52 hektare lahan terbakar yang tercatat hingga 22 September 2026; sebanyak 1.002 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Data tersebut menunjukkan luas lahan yang masih dipadamkan turun dari sekitar 1.000 hektare menjadi 209,78 hektare. Pemerintah tetap memantau kondisi kebakaran dari hari ke hari untuk mencegah munculnya kebakaran baru.

Suharyanto menyebut lahan yang masih dipadamkan tersebar di wilayah Sumatra dan Kalimantan. RRI melaporkan area tersisa paling luas berada di Kalimantan Selatan, yakni 63,16 hektare, sedangkan yang paling kecil berada di Kalimantan Barat dengan 11,74 hektare.

Pemerintah juga mengintensifkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla. Menurut laporan yang dikutip CNBC Indonesia dan Detik, operasi itu akan dilakukan setidaknya sampai musim hujan kembali normal.

Rapat tersebut menjadi forum pemantauan pemerintah atas penanganan karhutla yang masih berjalan. Tim di lapangan melanjutkan pemadaman terhadap 209,78 hektare lahan yang belum padam.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.