Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Prabowo Perintahkan Penindakan Mafia Harga Ayam dan Telur

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Presiden Prabowo memerintahkan penindakan tegas terhadap pihak yang diduga memainkan harga ayam dan telur. Harga produsen rendah, sementara konsumen membayar lebih mahal.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan rak karton berwarna ungu berisi butiran telur ayam cokelat.
Ilustrasi: Tumpukan rak karton berwarna ungu berisi butiran telur ayam cokelat. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Senin, 12 Oktober 2026, menyatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap pihak yang mempermainkan harga ayam dan telur di Indonesia.

Amran menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Ia menyoroti kesenjangan harga antara tingkat produsen dan konsumen. Harga ayam dan telur di tingkat peternak disebut berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram, sedangkan harga di tingkat konsumen dapat mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.

Menurut Amran, kondisi tersebut menunjukkan anomali karena peternak menjual dengan harga rendah, sementara masyarakat tetap membayar mahal. Ia menduga ada permainan dalam rantai distribusi pangan yang merugikan produsen dan konsumen. Amran juga menyebut harga yang semestinya berada di kisaran Rp 26.000 per kilogram.

Dalam laporan lain, Amran mengatakan telah menyurati Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk meminta penindakan terhadap pihak yang diduga memainkan harga pangan. Ia juga menyebut sekitar 100 orang telah ditangkap terkait praktik yang disebutnya sebagai permainan mafia.

Perbedaan harga menekan peternak dan konsumen

Isu ini berpengaruh langsung pada dua kelompok. Peternak menghadapi harga jual yang rendah, sedangkan konsumen menghadapi harga eceran yang tinggi. Kesenjangan tersebut menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi karena ayam dan telur merupakan kebutuhan pangan rumah tangga.

Presiden Prabowo Subianto, menurut Amran, telah meminta agar tidak ada ruang bagi pihak yang mempermainkan harga di tengah masyarakat. Amran menyatakan penanganan perlu dilakukan agar dugaan permainan harga tidak terus merugikan peternak dan konsumen.

Amran juga mengaitkan persoalan tersebut dengan komoditas pangan lain, termasuk beras dan minyak goreng. Namun, laporan yang tersedia menempatkan ayam dan telur sebagai komoditas yang paling disoroti dalam pembaruan ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hukum

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.