Kabar18.com

Jumat, 2 Oktober 2026

RS Pusat Otak Nasional Tambah 137 Alat Kesehatan dari Hibah Belanda

RS Pusat Otak Nasional Jakarta menandatangani kontrak pengadaan 137 unit alat kesehatan senilai 10 juta euro dari hibah Pemerintah Belanda. Instalasi dan pengujian dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ruang operasi rumah sakit bernuansa putih lengkap dengan berbagai peralatan medis dan meja operasi.
Ilustrasi: Ruang operasi rumah sakit bernuansa putih lengkap dengan berbagai peralatan medis dan meja operasi. · Foto: Marlon Castor / Pexels

Jakarta — RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menandatangani kontrak pengadaan 137 unit alat kesehatan pada 1 Oktober 2026. Pengadaan itu dibiayai hibah Pemerintah Kerajaan Belanda senilai 10 juta euro atau sekitar Rp203 miliar.

Mengapa ini penting: Pengadaan ini menambah 137 unit alat kesehatan untuk memperkuat layanan neurologi dan layanan spesialistik RS Pusat Otak Nasional mulai tahap implementasi Oktober hingga Desember 2026.

Menurut RS Pusat Otak Nasional dan laporan CNBC Indonesia, hibah tersebut disalurkan melalui Invest International. Penandatanganan kontrak menandai dimulainya pelaksanaan proyek pengadaan peralatan medis untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit.

Proyek itu mencakup 17 subkontraktor, 68 produk, dan 137 unit alat kesehatan. Kontrak ditandatangani bersama empat kontraktor utama, yakni PT Medica Sukses Abadi, PT Triputra Aman Makmur, PT Boswell Mahakarya Indonesia, dan PT Airindo Sentra Medika.

Peralatan untuk layanan spesialistik

Peralatan yang disediakan meliputi kebutuhan radiologi dan pencitraan, sistem pemantauan, neurointervensi, bedah saraf, rehabilitasi, anestesi, serta teknologi medis spesialistik lainnya.

RS Pusat Otak Nasional menyatakan proses berikutnya mencakup pengadaan, pengiriman, instalasi, uji fungsi, dan commissioning atau pengujian kesiapan operasional peralatan. Seluruh implementasi dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026.

Setelah tahap implementasi, proyek akan memasuki pemantauan dan evaluasi sebelum ditutup pada 2027. Hibah tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan neurologi dan berbagai layanan spesialistik di RS Pusat Otak Nasional.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.