RS Pusat Otak Nasional Tambah 137 Alat Kesehatan dari Hibah Belanda
RS Pusat Otak Nasional Jakarta menandatangani kontrak pengadaan 137 unit alat kesehatan senilai 10 juta euro dari hibah Pemerintah Belanda. Instalasi dan pengujian dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menandatangani kontrak pengadaan 137 unit alat kesehatan pada 1 Oktober 2026. Pengadaan itu dibiayai hibah Pemerintah Kerajaan Belanda senilai 10 juta euro atau sekitar Rp203 miliar.
Mengapa ini penting: Pengadaan ini menambah 137 unit alat kesehatan untuk memperkuat layanan neurologi dan layanan spesialistik RS Pusat Otak Nasional mulai tahap implementasi Oktober hingga Desember 2026.
Menurut RS Pusat Otak Nasional dan laporan CNBC Indonesia, hibah tersebut disalurkan melalui Invest International. Penandatanganan kontrak menandai dimulainya pelaksanaan proyek pengadaan peralatan medis untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit.
Proyek itu mencakup 17 subkontraktor, 68 produk, dan 137 unit alat kesehatan. Kontrak ditandatangani bersama empat kontraktor utama, yakni PT Medica Sukses Abadi, PT Triputra Aman Makmur, PT Boswell Mahakarya Indonesia, dan PT Airindo Sentra Medika.
Peralatan untuk layanan spesialistik
Peralatan yang disediakan meliputi kebutuhan radiologi dan pencitraan, sistem pemantauan, neurointervensi, bedah saraf, rehabilitasi, anestesi, serta teknologi medis spesialistik lainnya.
RS Pusat Otak Nasional menyatakan proses berikutnya mencakup pengadaan, pengiriman, instalasi, uji fungsi, dan commissioning atau pengujian kesiapan operasional peralatan. Seluruh implementasi dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026.
Setelah tahap implementasi, proyek akan memasuki pemantauan dan evaluasi sebelum ditutup pada 2027. Hibah tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan neurologi dan berbagai layanan spesialistik di RS Pusat Otak Nasional.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan untuk 151 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla
Kementerian Kesehatan pada 21 September 2026 mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan dan bantuan logistik medis untuk menangani lonjakan lebih dari 151.000…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga



