Kabar18.com

Kamis, 1 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.906 per Dolar AS di Jakarta

Rupiah dibuka pada level Rp17.906 per dolar AS di Jakarta pada 1 Oktober 2026, melemah 12 poin dari penutupan sebelumnya. Penguatan dolar AS menekan pergerakan mata uang.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang sedang memegang segepok uang kertas dolar AS di atas meja kayu.
Ilustrasi: Seseorang sedang memegang segepok uang kertas dolar AS di atas meja kayu. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

Jakarta — Nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp17.906 per dolar AS di Jakarta pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, melemah 12 poin atau 0,07 persen dari penutupan sebelumnya.

Data Bloomberg yang dikutip Investor.id menunjukkan rupiah berada di level tersebut pada pukul 09.05 WIB. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 30 September 2026, rupiah ditutup di level Rp17.894 per dolar AS setelah menguat 87 poin atau 0,48 persen.

Investor.id melaporkan dolar Amerika Serikat menguat 0,10 persen ke level 101,55. Pergerakan itu menjadi salah satu konteks tekanan terhadap rupiah pada awal perdagangan Oktober.

Tekanan rupiah menjadi perhatian pembaca nasional

Perubahan nilai tukar berdampak pada biaya transaksi yang menggunakan dolar Amerika Serikat, termasuk kegiatan impor dan pembayaran kewajiban dalam valuta asing. Karena itu, level pembukaan rupiah menjadi indikator awal bagi pelaku usaha dan masyarakat yang memantau perdagangan serta harga barang yang dipengaruhi kurs.

CNNIndonesia.com melaporkan analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, mengaitkan potensi pelemahan rupiah dengan penguatan dolar Amerika Serikat setelah revisi data produk domestik bruto Amerika Serikat lebih kuat dari perkiraan. Investor juga mewaspadai rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia pada Kamis siang.

Menurut perkiraan Lukman yang dikutip CNNIndonesia.com, rupiah dapat bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan 1 Oktober 2026. Investor.id juga mencatat posisi dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan berdasarkan data Bloomberg.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.