Rupiah Menguat ke Rp17.820 di Jakarta
Rupiah dibuka pada Rp17.820 per dolar Amerika Serikat di Jakarta pada 7 Oktober 2026. Pasar menunggu pengumuman cadangan devisa September oleh Bank Indonesia.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, ke level Rp17.820 per dolar Amerika Serikat di Jakarta.
Data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan rupiah terapresiasi sekitar 0,39 persen dibandingkan penutupan perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, di level Rp17.890 per dolar Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah mengakhiri sesi dengan penguatan tipis 0,03 persen.
Pergerakan rupiah berlangsung ketika pasar menunggu data cadangan devisa Indonesia untuk periode September 2026. Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan data tersebut pada pukul 10.00 WIB.
Cadangan devisa menjadi perhatian pasar
Data cadangan devisa menjadi salah satu perhatian pelaku pasar karena mencerminkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan valuta asing dan pembayaran eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Posisi Agustus tersebut meningkat 1,2 miliar dolar Amerika Serikat dibandingkan bulan sebelumnya. Cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Pergerakan rupiah pada pembukaan perdagangan menjadi indikator awal sentimen pasar terhadap mata uang domestik. Data pembukaan yang dikutip CNBC Indonesia menggunakan rujukan Refinitiv, sedangkan laporan lain pada hari yang sama mencatat level pembukaan berbeda berdasarkan data Bloomberg. Karena itu, angka kurs dalam berita ini mengikuti data Refinitiv yang menjadi sumber laporan utama.
Pasar selanjutnya menantikan pengumuman cadangan devisa September 2026 oleh Bank Indonesia pada waktu yang telah dijadwalkan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Kredit UMKM Indonesia Capai Rp1.482,9 Triliun pada Januari 2026
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75 persen, sementara OJK mencatat kredit UMKM Januari 2026 mencapai Rp1.482,9 triliun. OJK memproyeksikan pert…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





