Rupiah Menguat ke Rp17.910 di Jakarta
Rupiah menguat 0,28% ke Rp17.910 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu di Jakarta. Pasar mencermati suku bunga Federal Reserve dan data ekonomi Amerika Serikat.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 30 September 2026, berdasarkan data Refinitiv, dengan kenaikan 0,28% ke posisi Rp17.910 per dolar Amerika Serikat.
Penguatan tersebut tercatat setelah rupiah ditutup pada level Rp17.960 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Data pasar yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan dolar Amerika Serikat bergerak turun terhadap rupiah pada awal perdagangan.
Pergerakan rupiah berlangsung ketika pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat. Pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter negara tersebut.
Pergerakan rupiah penting bagi pasar Indonesia
Nilai tukar rupiah menjadi perhatian karena perubahan kurs memengaruhi transaksi perdagangan, biaya barang impor, serta pergerakan aset keuangan di Indonesia. Penguatan pada pembukaan perdagangan memberi gambaran awal mengenai respons pasar terhadap dolar Amerika Serikat dan sentimen global, tetapi posisi tersebut dapat berubah sepanjang sesi perdagangan.
CNBC Indonesia melaporkan rupiah mengawali perdagangan dengan apresiasi 0,28% ke posisi Rp17.910 per dolar Amerika Serikat. Laporan lain pada hari yang sama mencatat pembukaan rupiah di level berbeda, yakni Rp17.934 berdasarkan data Bloomberg, sehingga angka pembukaan dapat bervariasi menurut penyedia data dan waktu pencatatan.
Perbedaan angka antar laporan menunjukkan bahwa pemantauan kurs perlu memperhatikan sumber data dan waktu pengukuran.
Pasar selanjutnya mencermati perkembangan suku bunga Federal Reserve serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi dolar dan arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Bank Indonesia Jelaskan Tekanan Rupiah di Jakarta
Bank Indonesia menyebut rupiah tertekan oleh inflasi global, risiko fiskal, minyak di atas US$108 per barel, dan kebutuhan valuta asing importir. Cada…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




