Kabar18.com

Rabu, 30 September 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.910 di Jakarta

Rupiah menguat 0,28% ke Rp17.910 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu di Jakarta. Pasar mencermati suku bunga Federal Reserve dan data ekonomi Amerika Serikat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ponsel menampilkan aplikasi konversi kurs di antara beberapa lembar uang kertas asing.
Ilustrasi: Ponsel menampilkan aplikasi konversi kurs di antara beberapa lembar uang kertas asing. · Foto: UMA media / Pexels

Jakarta — Rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 30 September 2026, berdasarkan data Refinitiv, dengan kenaikan 0,28% ke posisi Rp17.910 per dolar Amerika Serikat.

Penguatan tersebut tercatat setelah rupiah ditutup pada level Rp17.960 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Data pasar yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan dolar Amerika Serikat bergerak turun terhadap rupiah pada awal perdagangan.

Pergerakan rupiah berlangsung ketika pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat. Pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter negara tersebut.

Pergerakan rupiah penting bagi pasar Indonesia

Nilai tukar rupiah menjadi perhatian karena perubahan kurs memengaruhi transaksi perdagangan, biaya barang impor, serta pergerakan aset keuangan di Indonesia. Penguatan pada pembukaan perdagangan memberi gambaran awal mengenai respons pasar terhadap dolar Amerika Serikat dan sentimen global, tetapi posisi tersebut dapat berubah sepanjang sesi perdagangan.

CNBC Indonesia melaporkan rupiah mengawali perdagangan dengan apresiasi 0,28% ke posisi Rp17.910 per dolar Amerika Serikat. Laporan lain pada hari yang sama mencatat pembukaan rupiah di level berbeda, yakni Rp17.934 berdasarkan data Bloomberg, sehingga angka pembukaan dapat bervariasi menurut penyedia data dan waktu pencatatan.

Perbedaan angka antar laporan menunjukkan bahwa pemantauan kurs perlu memperhatikan sumber data dan waktu pengukuran.

Pasar selanjutnya mencermati perkembangan suku bunga Federal Reserve serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi dolar dan arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.