Sampah Karangrejo Jadi Bahasan dalam Rapat Koordinasi Metro
Pemerintah Kota Metro membahas desentralisasi penanganan sampah bersama Forkopimda. Sampah diarahkan dikelola pamong dan masyarakat untuk mengurangi beban fasilitas serta mencegah konflik.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Metro — Pemerintah Kota Metro bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah membahas pengelolaan sampah berbasis kelurahan dalam rapat koordinasi di Kota Metro, Lampung, Selasa, 22 September 2026.
Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kota Metro. Pembahasan mencakup penanganan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Karangrejo serta sejumlah persoalan strategis daerah.
Wakil Wali Kota Metro Muhammad Rafieq Adi Pradana menekankan perlunya desentralisasi penanganan sampah agar pengelolaan tidak bergantung pada satu fasilitas. Menurut dia, kondisi di kawasan Karangrejo dapat berkaitan dengan persoalan kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan potensi konflik warga.
Pengelolaan lebih dekat dengan warga
Pemerintah Kota Metro mendorong agar sampah dikelola dari tingkat lingkungan oleh pamong dan masyarakat setempat. Pemerintah kota juga menyiapkan kendaraan pengangkut sampah yang diharapkan menjadi proyek percontohan untuk diterapkan di kelurahan lain.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Suwandi menyebut pengelolaan berbasis kelurahan dapat mengurangi beban pekerjaan dinas. Dengan pembagian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dapat lebih fokus menangani sampah di terminal, pasar, dan jalur utama protokol.
Pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi ketegangan sosial juga melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Satuan Polisi Pamong Praja. Pemerintah Kota Metro menyatakan penerapan kebijakan dilakukan bertahap setelah sosialisasi kepada masyarakat.
Rencana pelaksanaan disebut dapat dimulai dalam 2–3 hari setelah terdapat kesepakatan dan keputusan pimpinan. Informasi pemerintah kota menyebut langkah itu disiapkan sebagai upaya mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Lingkungan

BMKG Prakirakan Kabut Asap Karhutla Berdampak di 93 Kabupaten
BMKG memprakirakan kabut asap karhutla pada 23 September 2026 berdampak pada 93 kabupaten di 18 provinsi. Sebanyak 12 wilayah diprediksi masuk kategor…
Berita utama hari ini


