Telkom Percepat Penataan Portofolio Bisnis Inti di Jakarta
PT Telkom Indonesia mempercepat penataan 50 entitas anak usaha. Hingga semester I 2026, sebanyak 24 entitas telah selesai dan 26 lainnya masih diproses.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat program penyederhanaan entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup pada 13 Oktober 2026.
Program tersebut mencakup penataan 50 entitas. Hingga semester I 2026, Telkom menyelesaikan proses terhadap 24 entitas, sedangkan penataan 26 entitas lainnya masih berjalan dan diupayakan selesai pada 2026 sesuai kajian serta tata kelola masing-masing entitas.
Percepatan ini diarahkan untuk membentuk ekosistem berbasis Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo), dengan struktur organisasi yang lebih ramping dan fokus setiap perusahaan operasi pada bisnis inti. Telkom juga membagi aktivitas bisnis ke dalam empat segmen utama, yaitu business-to-consumer (B2C), B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.
Penataan portofolio memperjelas fokus bisnis Telkom
Bagi pembaca sektor ekonomi dan usaha, langkah tersebut menunjukkan arah Telkom dalam menyederhanakan struktur grup serta memusatkan sumber daya pada bisnis inti telekomunikasi digital dan segmen terkait. Perusahaan mengevaluasi setiap entitas berdasarkan relevansi terhadap bisnis inti, kontribusi terhadap nilai grup, dan prospek usaha.
Penataan portofolio juga ditujukan untuk memperkuat kinerja dan penciptaan nilai secara berkelanjutan. Telkom menyebut proses ini tidak semata-mata mengejar jumlah entitas yang ditata, tetapi memastikan portofolio TelkomGroup lebih sehat dan setiap perusahaan operasi dapat bergerak lebih lincah.
Informasi yang tersedia menyebut penyelesaian 26 entitas lainnya diupayakan pada 2026, mengikuti tahapan kajian dan tata kelola yang berlaku. Tidak ada keterangan tambahan mengenai langkah setelah target tersebut dalam laporan yang digunakan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Iin Mutmainnah Gagas Desk AI untuk Data Kemiskinan Jakarta
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menggagas desk kolaborasi berbasis AI untuk menyinkronkan data kemiskinan. Rencana ini mencakup dasbor interakt…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga



