Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

Trump Bantah Tawarkan Senjata kepada Xi Jinping di Washington

Donald Trump membantah pernah menawarkan senjata Amerika Serikat kepada Xi Jinping. Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri menyatakan tidak ada rencana penjualan senjata ke China.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 28 September 2026, membantah pernah menawarkan penjualan senjata Amerika Serikat kepada Presiden China Xi Jinping.

Trump menyampaikan bantahan itu setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk China David Perdue mengatakan bahwa Trump pernah bertanya langsung kepada Xi apakah China ingin membeli senjata Amerika Serikat. Pernyataan Perdue disampaikan dalam wawancara Fox News yang ditayangkan pada Minggu, 27 September 2026.

Menurut laporan yang dikutip, Trump mengatakan tidak pernah mendengar soal tawaran tersebut dan menyatakan pembahasan itu tidak terjadi ketika ia bertemu Xi. Trump juga mengatakan peralatan Amerika Serikat lebih baik, tetapi menegaskan bahwa penjualan senjata tidak dibahas.

Gedung Putih kemudian menyatakan Amerika Serikat tidak memiliki rencana menjual senjata ke China. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengatakan hukum Amerika Serikat melarang penjualan senjata ke China dan tidak ada tawaran atau rencana penjualan.

Mengapa isu ini penting bagi pembaca Indonesia

Isu tersebut berkaitan dengan ketegangan hubungan Amerika Serikat-China dan kekhawatiran Beijing atas penjualan senjata Amerika Serikat kepada Taiwan. Taiwan menjadi konteks yang disebut dalam laporan sebagai kemungkinan hal yang dimaksud Perdue ketika membicarakan penjualan senjata kepada pihak lain.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menyangkut stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Bantahan Trump, penjelasan Gedung Putih, dan pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menunjukkan bahwa tidak ada rencana resmi penjualan senjata Amerika Serikat kepada China yang diumumkan dalam laporan tersebut.

Perkembangan berikutnya yang disebut dalam laporan adalah penjelasan Trump bahwa ia perlu menanyakan pernyataan Perdue. Trump juga mengatakan Perdue mungkin sedang membicarakan Taiwan, bukan China.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.