Wamenkeu Targetkan Defisit APBN 2027 Sebesar 2,4 Persen di Jakarta
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut defisit APBN 2027 ditargetkan 2,4 persen terhadap PDB. Pendapatan negara diproyeksikan tumbuh sekitar 10 persen.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan arah rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 di Jakarta pada 1 Oktober 2026, dengan defisit ditargetkan sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Liputan6.com, pemerintah merancang APBN 2027 dengan disiplin fiskal yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pendapatan negara diproyeksikan tumbuh sekitar 10 persen, sementara kebijakan anggaran diarahkan untuk mendukung pertumbuhan dan perlindungan kelompok rentan.
Target defisit tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi defisit APBN 2026 sebesar 2,85 persen. Rancangan itu menempatkan pengendalian defisit sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus menyediakan dukungan bagi agenda pembangunan.
Defisit lebih rendah menjadi perhatian pembaca
Bagi pembaca, target defisit APBN berpengaruh terhadap ruang pemerintah dalam membiayai program publik, menjaga perlindungan sosial, dan merespons tekanan ekonomi. Kenaikan pendapatan negara sekitar 10 persen menjadi salah satu tumpuan untuk membiayai kebutuhan tersebut tanpa memperlebar defisit.
Kementerian Keuangan juga memuat rancangan defisit APBN 2027 sebesar 2,4 persen terhadap PDB. Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah menyebut pendapatan negara dalam APBN 2027 diperkirakan mencapai Rp3.435,1 triliun. Namun, angka pendapatan tersebut berasal dari laporan setelah pernyataan Wakil Menteri Keuangan yang menjadi dasar berita ini.
Rincian kebijakan dan postur final APBN 2027 dapat menjadi acuan untuk melihat arah penerimaan, belanja, serta pembiayaan negara. Informasi lanjutan mengenai pelaksanaan anggaran akan mengikuti keputusan dan dokumen resmi pemerintah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
GAGA Perkenalkan JAWARA Tea Series Berbasis Teh Melati di Jakarta
GAGA memperkenalkan JAWARA Tea Series di Jakarta pada 29 September 2026. Seri berbahan teh melati Indonesia itu tersedia dalam empat varian di gerai G…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





