20 Lukisan Anak Terdampak Bencana Dipamerkan di Jakarta
Pameran Bukit Mimpi di KiN Space, SCBD, Jakarta, menampilkan karya anak dari Aceh Tamiang dan Kota Pariaman. Kegiatan berlangsung hingga 28 Oktober 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan pameran “Bukit Mimpi” di KiN Space, SCBD, Jakarta, pada 29 September 2026. Pameran itu menampilkan 20 lukisan karya anak-anak terdampak bencana dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman.
Sebanyak 20 karya paling inspiratif dari ratusan lukisan dibawa ke Jakarta untuk dipamerkan kepada publik. Karya tersebut berasal dari kegiatan Melukis Bersama Anak-Anak yang melibatkan anak-anak dari wilayah terdampak bencana.
RRI melaporkan, program yang lebih luas itu melibatkan 200 anak, terdiri atas 100 anak dari Aceh Tamiang dan 100 anak dari Pariaman. Dari peserta tersebut, 20 lukisan dipilih untuk dipamerkan di Jakarta, dengan 10 karya mewakili masing-masing daerah.
Pameran menjadi ruang pemulihan anak terdampak bencana
Menurut Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, “Bukit Mimpi” merupakan bagian dari program EKRAF Peduli – Pulih Bersama, Bangkit Berdaya dan rangkaian Program Melukis Bersama Anak-Anak. Pameran ini menempatkan karya seni sebagai ruang bagi anak untuk mengekspresikan pengalaman serta memulihkan harapan setelah bencana.
Bagi pembaca di berbagai daerah, kegiatan tersebut memperlihatkan pemanfaatan ekonomi kreatif dalam pemulihan pascabencana. Anak-anak dari Aceh Tamiang dan Kota Pariaman tidak hanya menjadi peserta kegiatan seni, tetapi juga tampil melalui karya yang dipamerkan kepada publik di Jakarta.
Pameran “Bukit Mimpi” berlangsung di KiN Space, SCBD Jakarta, hingga 28 Oktober 2026. Pembukaan pameran juga diisi sesi melukis bersama dan lelang 20 karya anak, sebagaimana dilaporkan RRI.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Inspirasi

Diterima Melbourne, Amel Carla Tunda Studi demi Mencari Beasiswa
Amel Carla diterima di The University of Melbourne setelah gagal memperoleh beasiswa LPDP. Ia menunda penerimaan sambil mencoba mencari pendanaan untu…
Berita utama hari ini

Baca juga



