Kabar18.com

Jumat, 25 September 2026

Anindya Bakrie Waspadai Harga Minyak Tekan Surplus Indonesia

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie memperingatkan kenaikan harga minyak dunia dapat menekan surplus neraca perdagangan. Pemerintah mendorong ekspor untuk menjaga surplus nonmigas.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangki-tangki besar penyimpanan industri berjejer di bawah langit biru cerah.
Ilustrasi: Tangki-tangki besar penyimpanan industri berjejer di bawah langit biru cerah. · Foto: Kristian Bilanžić / Pexels

Jakarta — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie memperingatkan kenaikan harga minyak dunia dapat mengurangi surplus neraca perdagangan Indonesia di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Anindya tetap optimistis neraca perdagangan Indonesia akan mencatat kinerja positif ke depan. Ia mengatakan neraca perdagangan kembali positif pada bulan sebelumnya dan diperkirakan terus meningkat.

Menurut Anindya, harga minyak perlu diperhitungkan karena dapat menjadi faktor pengurang surplus perdagangan. Pernyataan itu disampaikan di Menara Kadin, Jakarta Selatan.

Mengapa Ini Penting bagi Pembaca

Perubahan harga minyak dunia berkaitan dengan posisi Indonesia sebagai negara yang mengimpor minyak. Kenaikan harga dapat meningkatkan tekanan pada perdagangan sektor migas dan memengaruhi surplus neraca perdagangan secara keseluruhan.

Data yang dikutip Liputan6.com menyebut neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 120 juta atau Rp 2,14 triliun setelah mengalami defisit pada Mei-Juni 2026. Angka tersebut merujuk pada kondisi perdagangan yang berbalik positif pada Juli 2026.

Bisnis.com melaporkan Kementerian Perdagangan mewaspadai kenaikan harga minyak dunia karena berisiko memperlebar defisit perdagangan sektor migas dan menekan surplus neraca perdagangan. Pemerintah mendorong ekspor, termasuk melalui Trade Expo Indonesia, agar surplus nonmigas dapat menahan tekanan dari sektor migas.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menyatakan peningkatan ekspor diperlukan agar defisit minyak tidak memengaruhi surplus nonmigas. Pemerintah berharap defisit migas tidak terlalu besar sehingga surplus perdagangan tetap dapat ditingkatkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.