Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Bank Mandiri merealisasikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham pada 2 Oktober 2026. Kredit bank only hingga Agustus tumbuh 17,6 persen menjadi Rp1.592 triliun.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Jakarta — Bank Mandiri merealisasikan pembayaran dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pembayaran itu dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-28 perseroan.
Mengapa ini penting: Pemegang saham menerima dividen interim Rp66 per saham pada 2 Oktober 2026, sementara kredit Bank Mandiri hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.592 triliun.
Menurut keterangan Bank Mandiri, dividen tersebut setara Rp66 per saham. Dengan pembayaran itu, total dividen yang telah dibayarkan Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun, termasuk dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun.
Bank Mandiri menyatakan pembayaran dividen interim dilakukan setelah keputusan Direksi memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 3 September 2026 dan disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
Kinerja kredit perseroan juga meningkat. Secara bank only, penyaluran kredit hingga Agustus 2026 tumbuh 17,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun. Dana pihak ketiga naik 17,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.687 triliun.
Bank Mandiri mengusung tema “Tumbuh Bersama Majukan Indonesia” dalam peringatan ulang tahunnya. Pembayaran dividen interim tersebut ditujukan kepada pemegang saham yang tercatat sesuai jadwal pencatatan yang telah ditetapkan perseroan.
Selain pembayaran pada 2 Oktober, jadwal yang diumumkan perseroan menetapkan cum dividend di pasar reguler dan negosiasi pada 15 September 2026, ex dividend pada 16 September 2026, serta recording date pada 17 September 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Mengapa Surplus Perdagangan Indonesia Tidak Otomatis Berarti Ekonomi Kuat
Surplus perdagangan Indonesia 2025 mencapai US$41,05 miliar. Namun angka ini perlu dibaca bersama defisit migas, struktur ekspor, serta kenaikan impor…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





