BMKG Sebut Asap Karhutla Morowali dan Tojo Una-Una Mencapai Palu
BMKG menyatakan asap karhutla dari Morowali dan Tojo Una-Una terbawa angin hingga Palu. PM10 berada pada kategori sedang, sedangkan PM2,5 masuk kategori tidak sehat.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kota Palu — BMKG menyatakan asap kebakaran hutan dan lahan dari Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tojo Una-Una terbawa angin hingga Kota Palu pada 5 Oktober 2026. Sebaran asap itu memengaruhi kualitas udara di ibu kota Sulawesi Tengah.
Mengapa ini penting: Warga Palu menghadapi kualitas udara dengan PM2,5 kategori tidak sehat dan perkiraan PM10 tetap kategori sedang dalam beberapa hari setelah 5 Oktober 2026.
Ketua Tim Layanan Publik dan Humas Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Soeharto, mengatakan kesimpulan tersebut berdasarkan pengamatan citra satelit. Menurut dia, mayoritas sebaran asap karhutla regional di Sulawesi Tengah berasal dari Morowali dan Tojo Una-Una.
Pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM10 di Palu berada pada kategori sedang sejak 28 September 2026. Konsentrasi PM2,5 pada periode yang sama masuk kategori tidak sehat.
Kondisi terburuk terjadi pada 4 Oktober 2026. Konsentrasi PM10 mencapai 130 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM2,5 mencapai 132 mikrogram per meter kubik.
Selain asap dari dua kabupaten di Sulawesi Tengah, BMKG menyebut sebaran asap dari Papua Selatan turut memengaruhi kualitas udara Palu dalam pemantauan tujuh hari terakhir.
BMKG memperkirakan konsentrasi PM10 masih berada pada kategori sedang dalam beberapa hari berikutnya. Konsentrasi PM2,5 juga masih berpotensi berada pada kategori tidak sehat.
Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, mengatakan asap dari Morowali dan Tojo Una-Una berputar di sekitar Sulawesi Tengah. Ia juga menyebut asap dari Sulawesi Barat dan kiriman massa udara dari Papua Selatan turut memengaruhi kondisi tersebut.
Radio Republik Indonesia melaporkan kualitas udara Palu pada 5 Oktober 2026 berada dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan pengukuran yang mencatat PM10 sebesar 210 mikrogram per meter kubik dan PM2,5 sebesar 206 mikrogram per meter kubik. Perbedaan angka ini menunjukkan hasil pengukuran dapat berbeda menurut waktu pemantauan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Kabut Asap Masih Menyelimuti Sampit, Bupati Evaluasi Pemadaman
Kabut asap masih terlihat di Sampit pada 1 Oktober 2026. Bupati Kotawaringin Timur mengevaluasi teknik pemadaman, sementara status tanggap darurat kar…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





