Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Dewan Minta Maskapai Tambah Jadwal dan Rute Penerbangan ke Jambi

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Dewan Minta Maskapai Tambah Jadwal Penerbangan. foto : google Maps
Dewan Minta Maskapai Tambah Jadwal Penerbangan. foto : google Maps

KABAR18.COM-DPRD Provinsi Jambi meminta maskapai menambah jadwal dan  rute penerbangan di Jambi. Pasalnya, tiket pesawat sering habis dan harga tiket cukup mahal.

Wakil Ketua II  DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jayanegara mengatakan, tingginya tingkat isian pesawat ( load factor ) ke Provinsi Jambi, karena belakangan daerah ini sering dikunjungi oleh pejabat dari daerah lain. Baik itu dalam bentuk studi banding, kunjungan kerja, even nasional, dan lain sebagainya. 

“Dampaknya, jumlah hunian hotel bertambah, dan penerbangan keluar dan masuk ke Jambi juga sering penuh,” jelas Pinto 

Menurut politisi asal Golkar ini, Pinto Jambi sudah menjadi destinasi favorit pejabat daerah lain. Kondisi ini, seharusnya bisa dimanfaatkan oleh seluruh maskapai penerbangan yang keluar dan masuk Bandara Sultan Thaha Jambi. Dia menyebut, maskapai sebaiknya menambah jumlah penerbangan, dibanding yang ada sekarang ini. 

"Sekarang ini, kondisinya tiket sering habis, penerbangan penuh. Kalau bisa, maskapai mengambil kesempatan ini untuk menambah penerbangan. Kemudian menambah rute, tidak hanya dari dan menuju Jakarta. Bisa rute ke daerah lain. Kalau sekarang kan yang ada cuma Jambi - Jakarta - Jambi," katanya. 

Dia menyebutkan, harga tiket dengan jumlah penumpang yang seting penuh itu, juga cukup mahal. Bahkan, penerbangan dari Jambi ke Jakarta, bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta. 

"Pemerintah tolong diperhatikan, kalau bisa turunkan pajak. Karena yang bikin mahal itu adalah pajak. Sekarang bisa diatas Rp 1 Juta dari Jambi ke Jakarta, dan sebaliknya," katanya. 

Dia menyebut, harga tiket ke luar negeri, seperti Singapura atau Malaysia, bisa jauh lebih murah dari pada Jambi ke Jakarta. 

Kondisi tiket habis dan harga mahal ini, sangat berdampak kepada penumpang non pejabat pemerintah. Dia mengatakan, yang keluar dan masuk Jambi, bukan hanya pejabat yang melakukan kunjungan kedinasa, ada juga yang pekerjaannya berdagang dan lain sebagainya. 

"Artinya, jangan tidak memperhatikan masyarakat umum. Yang akan terbang bukan hanya mereka yang mau perjalanan dinas saja. Masyarakat umum kena imbas mahalnya. Kenapa bisa tiket ke Jambi itu mahal sekali, kenapa keluar negeri bisa lebih murah," katanya. (***).

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.