Kabar18.com

Minggu, 4 Oktober 2026

Ditengah Gejolak Global, KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Resilien

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi sistem keuangan nasional tetap resilien hingga akhir 2025,

Sumber: OJK, disunting Redaksi Kabar18

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026 yang digelar pada Jumat, 23 Januari 2026 || Dok Istimewa
Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026 yang digelar pada Jumat, 23 Januari 2026 || Dok Istimewa

KABAR18.COM — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi sistem keuangan nasional tetap resilien hingga akhir 2025, meskipun volatilitas pasar keuangan global meningkat akibat ketegangan perdagangan dan dinamika geopolitik internasional.

Kesimpulan tersebut disampaikan dalam Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026 yang digelar pada Jumat, 23 Januari 2026. KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat untuk terus memperkuat koordinasi kebijakan lintas otoritas.

“Memasuki awal 2026, volatilitas pasar keuangan global meningkat. Oleh karena itu, KSSK terus melakukan asesmen ke depan (forward looking) serta langkah mitigasi secara terkoordinasi.

KSSK mencatat perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian, terutama akibat perang dagang Amerika Serikat–Tiongkok serta dinamika kebijakan moneter global.

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook Januari 2026 merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3 persen pada 2025 dan 2026.

Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan mencapai sekitar 5,2 persen dan meningkat menjadi 5,4 persen pada 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, stimulus fiskal dan moneter, serta surplus neraca perdagangan.

Cadangan devisa Indonesia per akhir Desember 2025 tercatat sebesar USD156,5 miliar, setara dengan 6,3 bulan impor. Nilai tukar rupiah pada akhir 2025 berada di level Rp16.675 per dolar AS dan cenderung stabil pada Januari 2026 seiring langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 tercatat 2,92 persen (yoy), masih berada dalam sasaran 2,5±1 persen. Inflasi inti tetap terkendali, sementara inflasi pangan bergejolak dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Dari sisi fiskal, APBN 2025 berperan sebagai peredam guncangan ekonomi global. Hingga akhir 2025, defisit APBN tercatat 2,92 persen terhadap PDB. Belanja negara difokuskan pada penguatan daya beli masyarakat, peningkatan pelayanan publik, stabilisasi harga, serta pembangunan infrastruktur.

Stabilitas sektor jasa keuangan juga tetap terjaga. Kredit perbankan tumbuh 9,6 persen (yoy) dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross sebesar 2,05 persen. Pasar modal mencatat kinerja positif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 22,13 persen sepanjang 2025.

KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Kewaspadaan dan koordinasi kebijakan akan terus ditingkatkan guna memitigasi berbagai risiko serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rapat Berkala KSSK selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.