Google dan Meta Danai Proyek Sel Virtual Biohub di Amerika Serikat
Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs menanamkan US$300 juta dalam Virtual Biology Initiative Biohub. Proyek ini menyiapkan model AI untuk memprediksi respons sel dan mendukung riset obat.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
San Francisco — Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs pada 7 Oktober 2026 menyepakati investasi gabungan US$300 juta untuk proyek sel virtual yang dipimpin Biohub di Amerika Serikat.
Investasi itu menjadi bagian dari Virtual Biology Initiative dengan total komitmen US$1,8 miliar. Biohub merupakan organisasi riset biomedis nirlaba yang didirikan Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan. Proyek tersebut menyiapkan dataset biologis berskala besar untuk melatih model kecerdasan buatan yang dapat memprediksi perilaku sel.
Model itu ditujukan untuk membantu peneliti menguji respons sel terhadap obat, perubahan genetik, dan intervensi lain secara digital sebelum eksperimen fisik dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan obat diharapkan dapat dipersingkat dari proses yang selama ini berlangsung bertahun-tahun.
Proyek sel virtual memperluas pemanfaatan AI untuk riset obat
Biohub menyatakan inisiatif ini akan mengukur respons sel dalam lebih banyak kondisi dibandingkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Data tersebut kemudian digunakan untuk membangun model prediktif kehidupan dan sel.
Selain pendanaan perusahaan teknologi, proyek ini mendapat dukungan pemerintah Amerika Serikat. Departemen Energi Amerika Serikat berkomitmen memberikan lebih dari US$500 juta selama lima tahun, sementara National Institutes of Health menyediakan dataset, repositori, dan basis pengetahuan dari investasi federal sebelumnya yang nilainya lebih dari US$500 juta.
Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan ini menunjukkan arah baru riset kesehatan dan farmasi: simulasi berbasis AI dapat membantu menyaring kandidat obat serta memahami penyakit sebelum tahap laboratorium. Namun, laporan tersebut menempatkan proyek ini sebagai upaya pengembangan, bukan teknologi yang telah selesai digunakan secara luas.
Biohub menargetkan dataset besar pertama tersedia sekitar satu tahun setelah proyek berjalan. Model prediktif yang akurat ditargetkan tercapai dalam lima tahun. Data yang dihasilkan pada akhirnya akan dibuka untuk publik, sedangkan mitra komersial memperoleh akses eksklusif selama satu tahun terhadap data yang mereka bantu danai.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Teknologi

Komdigi Dorong Pengembangan AI Aman sejak Perancangan
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Indonesia mendukung inovasi AI dengan keamanan sejak tahap perancangan. Pemerintah menilai miti…

