Kabar18.com

Jumat, 9 Oktober 2026

Google dan Meta Danai Proyek Sel Virtual Biohub di Amerika Serikat

Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs menanamkan US$300 juta dalam Virtual Biology Initiative Biohub. Proyek ini menyiapkan model AI untuk memprediksi respons sel dan mendukung riset obat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah mikroskop hitam dengan kaca preparat di atas meja laboratorium putih.
Ilustrasi: Sebuah mikroskop hitam dengan kaca preparat di atas meja laboratorium putih. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

San Francisco — Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs pada 7 Oktober 2026 menyepakati investasi gabungan US$300 juta untuk proyek sel virtual yang dipimpin Biohub di Amerika Serikat.

Investasi itu menjadi bagian dari Virtual Biology Initiative dengan total komitmen US$1,8 miliar. Biohub merupakan organisasi riset biomedis nirlaba yang didirikan Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan. Proyek tersebut menyiapkan dataset biologis berskala besar untuk melatih model kecerdasan buatan yang dapat memprediksi perilaku sel.

Model itu ditujukan untuk membantu peneliti menguji respons sel terhadap obat, perubahan genetik, dan intervensi lain secara digital sebelum eksperimen fisik dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan obat diharapkan dapat dipersingkat dari proses yang selama ini berlangsung bertahun-tahun.

Proyek sel virtual memperluas pemanfaatan AI untuk riset obat

Biohub menyatakan inisiatif ini akan mengukur respons sel dalam lebih banyak kondisi dibandingkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Data tersebut kemudian digunakan untuk membangun model prediktif kehidupan dan sel.

Selain pendanaan perusahaan teknologi, proyek ini mendapat dukungan pemerintah Amerika Serikat. Departemen Energi Amerika Serikat berkomitmen memberikan lebih dari US$500 juta selama lima tahun, sementara National Institutes of Health menyediakan dataset, repositori, dan basis pengetahuan dari investasi federal sebelumnya yang nilainya lebih dari US$500 juta.

Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan ini menunjukkan arah baru riset kesehatan dan farmasi: simulasi berbasis AI dapat membantu menyaring kandidat obat serta memahami penyakit sebelum tahap laboratorium. Namun, laporan tersebut menempatkan proyek ini sebagai upaya pengembangan, bukan teknologi yang telah selesai digunakan secara luas.

Biohub menargetkan dataset besar pertama tersedia sekitar satu tahun setelah proyek berjalan. Model prediktif yang akurat ditargetkan tercapai dalam lima tahun. Data yang dihasilkan pada akhirnya akan dibuka untuk publik, sedangkan mitra komersial memperoleh akses eksklusif selama satu tahun terhadap data yang mereka bantu danai.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Teknologi

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.