Hilirisasi Sumbang 30 Persen Investasi Nasional di Halmahera Tengah
Investasi nasional semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan tumbuh 7,2 persen. Lebih dari 75 persen investasi hilirisasi berlangsung di luar Pulau Jawa.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Halmahera Tengah — Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan investasi hilirisasi menyumbang 30 persen dari total realisasi investasi nasional pada semester pertama 2026, dalam kegiatan di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi nasional pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
Rosan menyampaikan capaian tersebut dalam Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik di Kawasan Industri Weda Bay. Ia mengatakan kontribusi hilirisasi meningkat dari 25 persen dalam dua tahun terakhir menjadi 30 persen dari total investasi yang masuk.
Lebih dari 75 persen realisasi investasi hilirisasi berlangsung di luar Pulau Jawa. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga mencatat penyerapan tenaga kerja pada semester pertama 2026 sebanyak 1.448.862 orang.
Hilirisasi memperkuat investasi di luar Jawa
Komposisi investasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan hilirisasi tidak hanya menambah nilai pada sektor industri, tetapi juga mengarahkan arus modal ke wilayah di luar Jawa. Hal ini relevan bagi pembaca karena perkembangan investasi nasional berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan kawasan industri di daerah.
Keseluruhan proyek itu diproyeksikan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja.
Investasi hilirisasi menjadi bagian penting dari capaian investasi nasional semester pertama 2026. Namun, laporan yang tersedia tidak menyebutkan langkah lanjutan atau jadwal baru setelah kegiatan di Halmahera Tengah tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
ISF 2026 Bahas Pertumbuhan Rendah Karbon di Jakarta
Indonesia International Sustainability Forum 2026 berlangsung di Jakarta pada 6–7 Oktober. Lebih dari 200 pembicara membahas pertumbuhan rendah karbon…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





