Kabar18.com

Jumat, 9 Oktober 2026

Kabut Asap Ganggu Kesehatan 9.932 Warga Pekanbaru

Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat 9.932 warga mengalami gangguan kesehatan terkait kabut asap hingga 5 Oktober 2026. Keluhan meliputi ISPA, pneumonia, mata merah, iritasi kulit, dan asma.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tiga masker medis putih tersusun berjajar di atas latar belakang biru polos.
Ilustrasi: Tiga masker medis putih tersusun berjajar di atas latar belakang biru polos. · Foto: Maksim Goncharenok / Pexels

Pekanbaru — Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat 9.932 warga mengalami gangguan kesehatan terkait kabut asap sejak 25 Agustus hingga 5 Oktober 2026, berdasarkan laporan pada 7 Oktober 2026.

Keluhan yang tercatat meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, mata merah, iritasi kulit, dan asma. Balita, anak-anak, serta lanjut usia termasuk kelompok yang banyak terdampak.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Pekanbaru, Palembang, dan Kabupaten Bungo, Jambi. Di Pekanbaru, warga melaporkan mata perih, batuk, dan sesak napas, sementara aktivitas sekolah anak-anak ikut terganggu.

Pada Rabu, 7 Oktober 2026, kualitas udara Pekanbaru masih berada pada tingkat sangat tidak sehat. Pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB mencatat indeks kualitas udara AQI+ sebesar 253 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 178,4 mikrogram per meter kubik.

Gangguan kesehatan meluas di tengah kabut asap Sumatra

Data kumulatif Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan dampak kesehatan telah berlangsung sejak 25 Agustus 2026. Angka 9.932 warga mencakup berbagai keluhan yang berkaitan dengan paparan asap, dengan kelompok rentan menjadi salah satu yang paling banyak terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru merupakan asap kiriman dari daerah lain. Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan hingga 6 Oktober 2026 tidak ditemukan titik api baru di wilayah kota.

Di wilayah Sumatra lainnya, kabut asap juga mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga memakai masker ketika berada di luar rumah dan mengalami gangguan pernapasan saat terpapar asap.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.