Karhutla Gunung Butak Blitar Meluas, Pemadaman Masih Menggunakan Helikopter
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Blitar, kembali meluas pada Sabtu, 19 September 2026. Titik api baru muncul di hutan lindung BKPH Ampelgading dan pemadaman dilakukan dari darat serta udara.
Oleh Arsyid Muhamad
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Kabupaten Blitar, Jawa Timur — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Blitar, kembali meluas pada Sabtu, 19 September 2026. Titik api baru terpantau di hutan lindung BKPH Ampelgading, di lereng selatan Puncak Pitrang, dan pemadaman dilakukan dari darat serta udara dengan water bombing.
Kepala BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan titik api baru itu muncul di wilayah Desa Kalimanis, Kecamatan Doko. Menurut dia, api diduga merembet dari sabana di wilayah Kabupaten Malang.
BPBD Kabupaten Blitar sebelumnya mencatat karhutla Gunung Butak sudah terdeteksi sejak 13 September 2026. Pada tahap pemantauan awal, tim gabungan memperkirakan area indikatif yang terdampak mencapai 192,68 hektare, lalu dalam perkembangan berikutnya koordinasi dengan Perhutani menyebut luas terdampak sekitar 478,18 hektare.
Operasi pemadaman dilakukan dengan mengerahkan helikopter water bombing sebanyak 16 kali sampai Sabtu itu, disertai patroli dan penanganan darat oleh tim gabungan. Upaya ini dilakukan karena medan di kawasan Gunung Butak terjal dan api masih muncul di beberapa titik.
Sejumlah laporan juga menyebut api utama di jalur pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong sudah padam, tetapi bara masih ditemukan di area lain. Aparat dan relawan terus berjaga untuk mencegah api meluas ke kebun warga dan kawasan permukiman.
Sumber
Berita berikutnya

Prakiraan 21–24 September: Papua Tengah Siaga Hujan, Daerah Kering Tetap Waspada
BMKG menempatkan Papua Tengah pada kategori siaga hujan untuk 21–24 September 2026. Pada saat bersamaan, kekeringan dan kebakaran lahan tetap menjadi…
Baca juga



