Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan untuk 151 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla

Kementerian Kesehatan pada 21 September 2026 mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan dan bantuan logistik medis untuk menangani lonjakan lebih dari 151.000 kasus ISPA akibat karhutla di tujuh provinsi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan gedung-gedung modern perkotaan berlatar langit biru yang cerah.
Ilustrasi: Pemandangan gedung-gedung modern perkotaan berlatar langit biru yang cerah. · Foto: Calvin Seng / Pexels

Jakarta — Kementerian Kesehatan pada 21 September 2026 mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan dan bantuan logistik medis untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan yang memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Dalam keterangan yang dikutip media, Kemenkes menyebut lebih dari 151.000 kasus ISPA tercatat hingga 16 September 2026 di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota.

Mengapa ini penting: Pembaca di wilayah terdampak bisa melihat perluasan layanan kesehatan dan distribusi logistik medis yang disiapkan pemerintah untuk menangani lonjakan ISPA akibat karhutla.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan pengerahan tenaga kesehatan itu dilakukan untuk mendekatkan akses layanan medis ke wilayah terdampak dan memperkuat fasilitas kesehatan daerah. Kemenkes juga menyalurkan ratusan ribu bantuan logistik medis, termasuk masker, oksigen konsentrator, alat pelindung diri, dan obat-obatan.

Sepekan sebelumnya, Kemenkes sudah melaporkan penanganan karhutla dengan menyiagakan tenaga kesehatan dan bantuan medis di provinsi terdampak. Pada 9 September 2026, kementerian itu juga mencatat 113.336 kasus ISPA kumulatif di wilayah terdampak, sebelum angka itu naik menjadi lebih dari 151.000 kasus pada 16 September 2026.

Penanganan di daerah terdampak

Sejumlah provinsi yang terdampak karhutla disebut berada di Sumatera dan Kalimantan. Kemenkes menyatakan respons kesehatan difokuskan pada daerah dengan beban kasus tertinggi agar pelayanan dasar tetap berjalan di tengah penurunan kualitas udara.

Langkah terbaru ini menjadi kelanjutan dari mobilisasi kesehatan yang sudah berlangsung sejak Agustus 2026. Dengan tambahan 1.898 tenaga kesehatan, pemerintah memperluas dukungan layanan di daerah yang mencatat kenaikan kasus ISPA dalam dua pekan terakhir sebelum 16 September 2026.

Widyawati menegaskan distribusi logistik medis masih berjalan untuk membantu fasilitas kesehatan daerah menangani pasien gangguan pernapasan akibat asap karhutla. Kemenkes juga menyebut respons itu diarahkan ke tujuh provinsi terdampak untuk memperkuat layanan di tingkat kabupaten dan kota.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.