Kabar18.com

Jumat, 25 September 2026

Kementerian UMKM dan PNM Luncurkan Laksmi di Surabaya

Program Laksmi 2026 menyasar sekitar 500 pengusaha mikro perempuan di Jawa Timur, termasuk 250 nasabah PNM. Pendampingan mencakup manajemen usaha dan onboarding SAPA UMKM.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Berbagai macam kerajinan anyaman bambu tertata dan tergantung di halaman rumah tua.
Ilustrasi: Berbagai macam kerajinan anyaman bambu tertata dan tergantung di halaman rumah tua. · Foto: HONG SON / Pexels

Surabaya — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan Program Laksmi 2026 di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, pada Rabu, 23 September 2026.

Laporan yang diperbarui pada 25 September 2026 menegaskan peluncuran Program Laksmi menyasar sekitar 500 pengusaha mikro perempuan, termasuk nasabah PNM dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini dirancang untuk mendampingi usaha mikro perempuan agar dapat mengembangkan usaha dan mencapai kemandirian ekonomi.

Pada tahap awal, sekitar 500 pengusaha mikro perempuan mengikuti program tersebut. Liputan yang tersedia menyebut 250 peserta di antaranya merupakan nasabah PNM. Sasaran program juga mencakup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang telah memiliki atau ingin mengembangkan usaha.

Pendampingan mencakup penguatan kewirausahaan dasar, pengenalan pola fokus usaha, manajemen usaha dasar, berbagi pengalaman antar pelaku usaha, serta proses onboarding platform SAPA UMKM. Kerja sama Kementerian UMKM dan PNM juga menghubungkan pendampingan usaha dengan akses pembiayaan dan pemberdayaan.

Program Laksmi memperluas pendampingan usaha mikro perempuan

Program ini penting bagi pembaca karena menghubungkan pelatihan usaha dengan kelompok perempuan penerima manfaat bantuan sosial dan pelaku usaha binaan PNM. Pendekatan tersebut memberi jalur pendampingan bagi peserta yang sedang membangun sumber pendapatan dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Kementerian UMKM menyebut pembinaan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Setelah memiliki kapasitas yang memadai, peserta dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan serta kemitraan bersama PNM dan lembaga lain. Program Laksmi juga mencakup penguatan legalitas dan sertifikasi usaha, digitalisasi, akses pasar, temu mitra, serta perluasan jejaring bisnis.

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM dan PNM. Nota kesepahaman itu menjadi dasar sinergi pembiayaan, pendampingan, pemberdayaan, akses layanan, pasar, dan jejaring bagi pelaku usaha mikro.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.