Kementerian UMKM dan PNM Luncurkan Laksmi di Surabaya
Program Laksmi 2026 menyasar sekitar 500 pengusaha mikro perempuan di Jawa Timur, termasuk 250 nasabah PNM. Pendampingan mencakup manajemen usaha dan onboarding SAPA UMKM.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Surabaya — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan Program Laksmi 2026 di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, pada Rabu, 23 September 2026.
Laporan yang diperbarui pada 25 September 2026 menegaskan peluncuran Program Laksmi menyasar sekitar 500 pengusaha mikro perempuan, termasuk nasabah PNM dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini dirancang untuk mendampingi usaha mikro perempuan agar dapat mengembangkan usaha dan mencapai kemandirian ekonomi.
Pada tahap awal, sekitar 500 pengusaha mikro perempuan mengikuti program tersebut. Liputan yang tersedia menyebut 250 peserta di antaranya merupakan nasabah PNM. Sasaran program juga mencakup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang telah memiliki atau ingin mengembangkan usaha.
Pendampingan mencakup penguatan kewirausahaan dasar, pengenalan pola fokus usaha, manajemen usaha dasar, berbagi pengalaman antar pelaku usaha, serta proses onboarding platform SAPA UMKM. Kerja sama Kementerian UMKM dan PNM juga menghubungkan pendampingan usaha dengan akses pembiayaan dan pemberdayaan.
Program Laksmi memperluas pendampingan usaha mikro perempuan
Program ini penting bagi pembaca karena menghubungkan pelatihan usaha dengan kelompok perempuan penerima manfaat bantuan sosial dan pelaku usaha binaan PNM. Pendekatan tersebut memberi jalur pendampingan bagi peserta yang sedang membangun sumber pendapatan dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Kementerian UMKM menyebut pembinaan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Setelah memiliki kapasitas yang memadai, peserta dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan serta kemitraan bersama PNM dan lembaga lain. Program Laksmi juga mencakup penguatan legalitas dan sertifikasi usaha, digitalisasi, akses pasar, temu mitra, serta perluasan jejaring bisnis.
Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM dan PNM. Nota kesepahaman itu menjadi dasar sinergi pembiayaan, pendampingan, pemberdayaan, akses layanan, pasar, dan jejaring bagi pelaku usaha mikro.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kesehatan
Dinkes Surabaya Bantah Ruang Rawat Inap Penuh akibat Influenza A
Dinas Kesehatan Surabaya menyatakan pada 23 September 2026 tidak ada ruang rawat inap yang penuh akibat influenza A. Sebelumnya, satu rumah sakit mela…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





