Koalisi Sipil Desak Hentikan Wajib Komcad bagi ASN di Jakarta
Koalisi Masyarakat Sipil pada 27 September 2026 mendesak pemerintah menghentikan pelibatan wajib ASN dalam Latsarmil Komcad serta mengevaluasi tata kelola dan keselamatan program.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Koalisi Masyarakat Sipil pada Minggu, 27 September 2026, mendesak Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menghentikan pelibatan calon pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara dalam Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan yang bersifat wajib.
Desakan itu disampaikan setelah Vanreko Varkas Bagaskara, aparatur sipil negara Kementerian Ekonomi Kreatif, meninggal saat mengikuti Latsarmil Komcad di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2026. Koalisi meminta pemerintah mengusut insiden tersebut dan mengevaluasi tata kelola program.
Koalisi menilai status aparatur sipil negara tidak dengan sendirinya mengubah pendaftaran Komcad yang bersifat sukarela menjadi kewajiban kedinasan. Mereka juga menyoroti kemungkinan keikutsertaan dijadikan syarat kedinasan atau pengembangan karier, disertai tekanan, atau tidak berdasarkan persetujuan bebas dan terinformasi.
Mengapa Desakan Ini Penting bagi ASN
Isu ini berkaitan langsung dengan hak dan kewajiban aparatur sipil negara dalam mengikuti program pertahanan negara. Koalisi meminta Kementerian PANRB memastikan tidak ada sanksi, hambatan pengangkatan, atau konsekuensi karier bagi pegawai yang menolak mengikuti Komcad.
Selain itu, koalisi meminta pemerintah membuka dasar kebijakan, mekanisme perekrutan, formulir persetujuan, kurikulum, beban latihan, standar keselamatan, data insiden, serta hasil evaluasi program. Koalisi juga meminta penjelasan mengenai ada atau tidaknya konsekuensi bagi ASN yang menolak.
Merujuk Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, kepesertaan Komcad bersifat sukarela. Koalisi meminta Kementerian Pertahanan, Kementerian PANRB, dan kementerian atau lembaga peserta menghentikan setiap pelibatan ASN atau CPNS dalam Komcad yang bersifat wajib.
Koalisi juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta pemerintah membuka dasar kebijakan, anggaran, mekanisme perekrutan, bukti kesukarelaan, kurikulum, beban latihan, standar keselamatan, data insiden, hasil evaluasi, dan pertanggungjawaban atas risiko yang dialami peserta.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
Kemenhan Sebut Trident Resolve 2026 Terbesar dalam Satu Dekade
Kementerian Pertahanan menyebut Trident Resolve 2026 di Banten sebagai latihan ADMM-Plus terbesar dalam satu dekade berdasarkan jumlah peserta. Sekita…
Terbaru di Pertahanan

Berita utama hari ini

Baca juga



