Konflik Timur Tengah Tahan Harga Brent di Atas US$100
Brent tercatat US$105,52 per barel pada 13 Oktober 2026 setelah serangan terhadap bandara di Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi Timur Tengah.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Riyadh — Harga minyak Brent berada di atas US$100 per barel pada 13 Oktober 2026 setelah sebelumnya melonjak hampir US$2 akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan energi di Timur Tengah.
Data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan Brent tercatat US$105,52 per barel pada 13 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB, turun 1,06 persen dari penutupan sehari sebelumnya sebesar US$106,65 per barel. Kenaikan pada perdagangan sebelumnya dipicu serangan terhadap sebuah bandara di Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi kawasan.
Ketegangan tersebut membuat pasar minyak tetap bergejolak. International Business Times melaporkan serangan terhadap bandara di Arab Saudi dan gangguan pelayaran di sekitar Selat Hormuz turut menjaga harga Brent di atas US$100 per barel. Laporan itu juga menyebut Badan Informasi Energi Amerika Serikat memperkirakan Brent rata-rata US$105 per barel pada kuartal IV 2026, terutama karena konflik di Timur Tengah.
Harga energi berisiko menekan biaya di Indonesia
Pergerakan minyak mentah dunia relevan bagi Indonesia karena perubahan harga energi dapat memengaruhi biaya transportasi dan logistik. Tekanan biaya tersebut berpotensi diteruskan ke harga barang serta memengaruhi inflasi dan nilai tukar rupiah, meskipun laporan yang tersedia tidak menyatakan besaran dampaknya.
Kontan melaporkan Brent berada di level US$105,14 per barel pada 13 Oktober 2026 pukul 20.32 WIB. Laporan itu mengaitkan eskalasi konflik dengan kekhawatiran defisit pasokan minyak global, setelah infrastruktur vital dan rute pelayaran strategis menjadi sasaran.
CNBC Indonesia menyebut pasar masih menghadapi ketidakpastian akibat berlanjutnya konflik Timur Tengah dan perkembangan perang Rusia-Ukraina. Selama risiko gangguan pasokan belum mereda, harga minyak dapat tetap sensitif terhadap serangan baru, keamanan jalur pelayaran, serta perubahan pasokan dari negara produsen.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Internasional
Koalisi Saudi Hancurkan 136 Target Houthi di Yaman
Koalisi pendukung pemerintah Yaman menyatakan menghancurkan 136 target militer Houthi dalam operasi berskala besar di wilayah yang dikuasai kelompok t…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga




