Kabar18.com

Sabtu, 24 Oktober 2026

Rupiah Dilaporkan Ditutup Rp18.080 per Dolar AS pada 23 Oktober

Rupiah dilaporkan berada di level Rp18.080 per dolar AS pada 23 Oktober 2026. Kenaikan harga minyak, ketegangan Timur Tengah, penguatan dolar, dan arus modal keluar menekan mata uang Indonesia.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan tangki penyimpanan industri berukuran besar di tepi perairan di bawah langit biru cerah.
Ilustrasi: Deretan tangki penyimpanan industri berukuran besar di tepi perairan di bawah langit biru cerah. · Foto: Frederick Adegoke Snr. / Pexels

Pasar valuta asing Indonesia — Rupiah berada di level Rp18.080 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, menurut CNN Indonesia. Angka itu melemah 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Mengapa ini penting: Perubahan nilai rupiah dan harga minyak menjadi informasi bagi pelaku usaha serta masyarakat karena dapat memengaruhi biaya energi dan kondisi pasar keuangan.

Pelemahan tersebut terjadi setelah rupiah bergerak di rentang Rp18.040-Rp18.080 per dolar AS sepanjang perdagangan, menurut data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia. CNBC melaporkan rupiah sempat menguat dan ditutup pada Rp18.040, sehingga terdapat perbedaan angka penutupan di antara laporan pasar pada hari yang sama.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan kenaikan harga minyak dunia di tengah kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah menekan rupiah. Ia juga menyebut aliran keluar dana asing yang berkelanjutan sebagai faktor lain.

Liputan6.com melaporkan harga minyak Brent naik 2,4 persen menjadi US$111,40 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate meningkat 2,22 persen menjadi US$99,30 per barel setelah ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi.

CNBC Indonesia mengutip Bank Indonesia yang menyebut tekanan terhadap rupiah juga berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, penguatan indeks dolar, serta faktor domestik yang memengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Dengan perbedaan data penutupan dalam laporan pasar, angka Rp18.080 digunakan sebagai angka penutupan yang dilaporkan CNN Indonesia, sementara CNBC Indonesia mencatat rupiah berakhir pada Rp18.040 berdasarkan data Refinitiv.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.