Manufaktur, Ekonomi Digital, dan Energi Jadi Prioritas hingga 2029
Pemerintah menetapkan manufaktur, ekonomi digital, dan energi sebagai sektor prioritas hingga 2029. Ekonomi semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dengan investasi Rp1.010,6 triliun.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Pemerintah menyiapkan manufaktur, ekonomi digital, dan energi sebagai tiga mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2029, menurut laporan Liputan6.com pada 2 Oktober 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026 secara tahunan. Capaian itu disebut termasuk salah satu pertumbuhan tertinggi di antara negara anggota G20. Pemerintah menilai fondasi ekonomi masih cukup kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Di sektor manufaktur, pemerintah mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik, industri semikonduktor, dan revitalisasi industri padat karya. Ekonomi digital diarahkan melalui pengembangan pusat data. Sementara itu, sektor energi diperkuat melalui ketahanan energi dan penggunaan energi bersih.
Susiwijono menyebut strategi tersebut dibangun melalui tiga mesin pertumbuhan, yakni revitalisasi ekonomi konvensional, pembangunan mesin ekonomi baru, serta peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia.
Tiga sektor menentukan arah pertumbuhan ekonomi
Bagi pembaca di Indonesia, kebijakan ini berkaitan dengan arah investasi, industri, lapangan kerja, dan kebutuhan energi dalam beberapa tahun ke depan. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi tersebut setara 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Investasi itu juga menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Data Kementerian Keuangan menyebut pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen dan investasi pada periode yang sama mencapai Rp1.010,6 triliun.
Laporan RRI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2026 berada di level 117,8, sedangkan angka keyakinan konsumen Agustus 118,5 tercantum dalam materi kandidat yang perlu diverifikasi lebih lanjut oleh mesin desk.
Pemerintah mengarahkan manufaktur pada kendaraan listrik, semikonduktor, dan industri padat karya; ekonomi digital pada pusat data; serta energi pada ketahanan energi dan energi bersih. Laporan yang tersedia tidak menyebut jadwal pelaksanaan kebijakan lanjutan secara lebih rinci.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Pemerintah Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen di Jakarta
Pemerintah menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026. Inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19 persen dan defisit APBN mencapai Rp24…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





